SketsaNusantara.id - Indonesia kembali mencatat capaian penting dalam ketahanan pangan nasional. Swasembada beras diklaim tercapai pada tahun 2025.
Pencapaian tersebut disampaikan anggota DPR RI, Bambang Soesatyo. Ia menyebut capaian ini mengulang sejarah penting bangsa.
Menurut Bambang, Indonesia sebelumnya hanya tiga kali mencapai swasembada beras. Dua di antaranya terjadi pada era pemerintahan terdahulu.
Baca Juga: PMI Jember Gelar Program Donor Darah Berhadiah Beras 2,5 Kg, Kuota Terbatas Setiap Hari
Bambang Soesatyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada beras. Capaian itu disebut setara dengan era Presiden Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Swasembada beras tahun 2025 patut dimaknai sebagai prestasi luar biasa karena hal tersebut bisa diraih di tengah tantangan yang tidak mudah," kata Bamsoet, di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, Indonesia pertama kali swasembada beras pada 1984. Saat itu, kepemimpinan berada di tangan Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Produksi beras nasional kala itu mencapai sekitar 27 juta ton. Konsumsi beras nasional berada di kisaran 25 juta ton per tahun.
Atas capaian tersebut, Indonesia memperoleh penghargaan dari FAO pada 1985. Pengakuan internasional itu menjadi catatan penting dalam sejarah pangan nasional.
Setelah berselang 24 tahun, Indonesia kembali mencapai swasembada beras. Capaian itu terjadi pada 2008 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kini, menurut Bambang, Presiden Prabowo mengumumkan produksi beras nasional sepanjang 2025 mencapai sekitar 34,7 juta ton. Angka itu melampaui kebutuhan nasional tahunan.
Kebutuhan beras nasional disebut berada pada kisaran 30 hingga 31 juta ton. Dengan selisih tersebut, Indonesia dinilai memiliki stok yang memadai.
Bambang menilai capaian ini menunjukkan terpenuhinya janji Presiden Prabowo. Janji tersebut berkaitan dengan ketersediaan dan keamanan pangan nasional.