news

Kemenlu RI Dorong Jalan Damai atas Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro demi Cegah Eskalasi Konflik Global

Selasa, 6 Januari 2026 | 08:38 WIB
Menteri Luar Negeri RI menyampaikan sikap Indonesia yang mendorong penyelesaian damai dalam merespons isu geopolitik global. (Instagram/bushcoo)
 
 
SketsaNusantara.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyampaikan sikap resminya terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang disampaikan ke publik, Indonesia menegaskan pentingnya penyelesaian secara damai serta mendorong dialog internasional untuk mencegah meluasnya konflik global.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @bushcoo, yang menampilkan pernyataan resmi Kemenlu RI mengenai perkembangan situasi geopolitik tersebut.
 
Baca Juga: Situasi Mencekam di Venezuela Usai Serangan Amerika Serikat, Kemlu RI Pastikan WNI Selamat dan Diminta Tetap Waspada

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Indonesia mengambil posisi tegas dalam menjunjung tinggi prinsip hukum internasional dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Indonesia merespons penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat dengan menyerukan penyelesaian secara damai,” tulis @bushcoo dalam keterangan unggahannya.

Lebih lanjut, Indonesia mendorong seluruh pihak yang terlibat agar mengedepankan dialog dan menahan diri.
 
Baca Juga: Terjebak Online Scam di Kamboja, 7 WNI Akhirnya Dipulangkan ke Indonesia oleh Kemlu

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah eskalasi konflik yang berpotensi berdampak luas, tidak hanya bagi kawasan Amerika Latin, tetapi juga stabilitas global.

“Indonesia mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dan menahan diri demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas,” lanjut pernyataan tersebut.

Sikap ini sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, di mana Indonesia kerap mengambil peran sebagai penyeimbang dan pendorong perdamaian dalam berbagai konflik internasional.
 
Baca Juga: Kemlu Pastikan WNI dalam Misi Kemanusiaan ke Palestina dalam Kondisi Baik, Meski Kapal Global Sumud Flotilla Diserang Israel

Pemerintah menilai bahwa pendekatan dialog tetap menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan antarnegara.

Indonesia juga mengingatkan bahwa penggunaan kekerasan dalam penyelesaian konflik berpotensi menjadi preseden buruk bagi tatanan global.

Hal ini dinilai dapat mengganggu stabilitas kawasan serta menciptakan ketidakpastian dalam hubungan internasional di masa mendatang.

“Pemerintah Indonesia juga mengingatkan bahwa penggunaan kekerasan berpotensi menjadi preseden buruk bagi tatanan global dan stabilitas kawasan di masa mendatang,” tulis @bushcoo mengutip pernyataan resmi tersebut.

Menariknya, dalam pernyataan tersebut Indonesia tidak secara eksplisit menyebut Amerika Serikat maupun Presiden Donald Trump.

Meski demikian, komitmen Indonesia untuk terus memantau perkembangan situasi ditegaskan secara terbuka, terutama terkait dampak kemanusiaan yang mungkin timbul akibat ketegangan tersebut.

“Meski tidak menyebut Amerika Serikat maupun Presiden Donald Trump secara eksplisit, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi, khususnya dampak kemanusiaan di Venezuela,” bunyi pernyataan itu.

Hal ini menunjukkan kehati-hatian diplomasi Indonesia dalam menyampaikan sikap, tanpa memperkeruh suasana atau memperuncing ketegangan antarnegara.

Pendekatan ini dinilai konsisten dengan tradisi diplomasi Indonesia yang mengutamakan dialog dan stabilitas.

Indonesia juga menegaskan bahwa perdamaian, dialog, dan perlindungan warga sipil merupakan prioritas utama dalam menghadapi krisis internasional.

Prinsip ini menjadi landasan sikap Indonesia dalam merespons berbagai konflik global, termasuk situasi yang melibatkan Venezuela.

“Sikap ini sejalan dengan posisi Indonesia yang menempatkan perdamaian, dialog, dan perlindungan warga sipil sebagai prioritas utama dalam menghadapi krisis internasional,” tulis Bushcoo dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong penyelesaian damai dan menolak pendekatan koersif dalam hubungan internasional.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini