SketsaNusantara.id - Pendidikan kerap dipahami sebagai jalan personal menuju peningkatan kualitas hidup. Namun, pandangan tersebut dinilai belum utuh apabila pendidikan hanya dimaknai sebagai pencapaian individual semata.
Gagasan ini disampaikan secara tegas oleh Ferry Irwandi melalui unggahan akun Instagramnya @irwandiferry yang memuat potongan orasi ilmiah mengenai peran dan tanggung jawab masyarakat terdidik dalam kehidupan sosial.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan tersebut, Ferry Irwandi menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses akumulasi pengetahuan, melainkan amanah sosial yang mengandung tanggung jawab intelektual.
“Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk posisi sosial seseorang di tengah masyarakat,” tulis Ferry.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pendidikan memiliki implikasi sosial yang luas.
Seseorang yang terdidik secara otomatis menempati posisi tertentu dalam struktur sosial, sehingga sikap, cara berpikir, dan tindakannya berpotensi memberi pengaruh bagi lingkungan sekitarnya.
Lebih lanjut, Ferry Irwandi menekankan bahwa status sebagai masyarakat terdidik bukanlah capaian yang berhenti pada diri sendiri.
“Menjadi masyarakat terdidik bukan semata-mata sebuah capaian individual, melainkan amanah sosial yang membawa tanggung jawab intelektual,” lanjutnya.
Kutipan ini menjadi inti pesan yang ingin disampaikan, bahwa pendidikan harus berorientasi pada kemaslahatan bersama, bukan sekadar simbol prestise atau alat pembeda sosial.
Dalam bagian lain caption-nya, Ferry Irwandi menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan kehilangan maknanya apabila tidak memberi manfaat nyata bagi kehidupan sosial.
“Pengetahuan memperoleh makna tertingginya ketika ia mampu menjawab persoalan sosial, memperbaiki kualitas hidup, dan membuka jalan bagi keadilan,” tulisnya.