Pernyataan tersebut sontak menjadi pembahasan panas di media sosial. Publik mulai menerka-nerka siapa saja menteri yang mungkin dimaksud dalam prediksi tersebut.
Beberapa nama pun ikut dibahas dalam diskusi warganet menyoroti ciri-ciri yang disebutkan Hard Gumay, mulai dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, hingga Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas.
"Waduh, menteri bermasalah, Bahlil sama Raja Juli Antoni ketar-ketir gak tuh?" komentar salah satu warganet di Instagram. "Menteri pake kacamata, bayanganku langsung keinget menteri (Zulhas) yang kemarin panggul beras," sindir warganet lainnya.
Baca Juga: Mengaku Bersalah Atas Kerusakan Lingkungan, Bahlil Lahadalia Sesali Pernah Berbisnis Tambang
Nama Bahlil Lahadalia banyak disebut karena sejumlah kebijakan di sektor energi yang menuai kritik publik. Mulai dari polemik pembelian LPG melalui agen resmi hingga keluhan masyarakat soal kelangkaan BBM dan LPG di beberapa wilayah.
Bahkan, sebuah survei CELIOS pada Oktober 2025 menempatkan Bahlil sebagai salah satu menteri yang memiliki kinerja terburuk tahun ini.
Publik juga menyoroti kinerja Bahlil dalam menangani tambang ilegal yang dinilai belum menunjukkan gebrakan signifikan, sementara kerusakan lingkungan semakin meluas dan terjadi secara masif di Indonesia.
Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga tak luput dari sorotan. Belum lama ini, ia ramai jadi sorotan hingga didesak mundur dari jabatannya.
Baca Juga: Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin Desak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Mundur, Ini Alasannya
Desakan tersebut muncul dari sejumlah pihak, termasuk dari anggota DPR RI yang menilai kinerja Raja Juli belum maksimal dalam menangani persoalan pembalakan liar dan deforestasi yang kemudian dikaitkan dengan bencana banjir di Sumatera.
Selain 2 menteri tersebut, Zulkifli Hasan juga masih menjadi sosok yang sering menuai kritik, baik terkait rekam jejaknya di masa lalu maupun kebijakan ketika menjabat menteri.
Beberapa kebijakannya dinilai kontroversial dan sering memicu perdebatan publik. Salah satunya terkait kebijakannya di masa lalu saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan di era SBY yang dikaitkan dengan kerusakan lingkungan serta bencana banjir di Sumatera.
Potongan video wawancaranya dengan aktor Hollywood Harrison Ford mengenai perusakan hutan di Tesso Nilo beredar kembali di media sosial, membuatnya ramai jadi perbincangan publik karena dianggap memberikan izin untuk pembukaan lahan sawit yang berpotensi merusak lingkungan.
Terlepas dari ramalan tersebut, Hard Gumay menegaskan kembali bahwa semua yang diungkapkannya hanya sebuah prediksi dan tidak bisa dipastikan akan benar-benar terjadi.