SketsaNusantara.id - Fedi Nuril kembali mencuri perhatian publik usai mengkritik perkataan Presiden Prabowo Subianto terkait merit sistem.
Kritik ini muncul di tengah bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, yang menelan ratusan korban jiwa dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi.
Bencana ini disebut-sebut lebih parah dari tsunami Aceh tahun 2006 lalu yang meluluhlantakkan lebih dari 33 kabupaten. Bukan semata karena cuaca ekstrem, banjir dan longsor diduga terjadi akibat adanya ilegal loging atau pembalakan liar yang mengakibatkan kerusakan alam.
Fedi Nuril menyoroti kinerja Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang dinilai gagal menjaga kelestarian hutan sehingga dampaknya semakin parah ketika bencana hidrometeorologi terjadi, terutama saat Indonesia memasuki musim hujan.
Bintang film "Ayat-Ayat Cinta" itu menyebut Raja Juli tidak memiliki latar belakang pendidikan atau pengalaman di bidang kehutanan, sebuah ironi di tengah janji pemerintah untuk menerapkan merit system di pemerintahan.
"Gue masih ingat kata-kata @prabowo tentang 'kita harus menuju ke arah merit (kemampuan) sytem. Prestasi!" tulis Fedi Nuril dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @realfedinuril pada hari Senin, 1 Desember 2025.
"Tapi, @RajaJuliAntoni ini tidak ada pendidikan dan pengalaman di bidang kehutanan waktu diangkat jadi Menteri. Sulit dipercaya," imbuhnya.
Fedi mengutip ucapan Prabowo yang menjadi kontradiksi dalam proses pemilihan pejabat negara. Lantas, apa itu merit system?
Mengutip dari situs Badan Kepegawaian Negara (BKN), merit system merupakan salah satu sistem dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang menjadikan kualifikasi, kompetensi hingga kinerja seseorang sebagai dasar pertimbangan dalam proses perekrutan maupun promosi pegawai.
Di Indonesia, merit sistem diatur dalam Undang-Undang atau UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Undang-Undang tersebut menekankan bahwa pengangkatan ASN atau pejabat negara dilakukan berdasarkan kualifikasi yang berbasis pada kemampuan, kompetensi dengan mempertimbangkan kinerja yang diberlakukan secara adil dan wajar, tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, hingga jenis kelamin seseorang.
Artikel Terkait
Fedi Nuril Malu Lihat Prabowo Kaya Bocah Saat Tanggapi Kritik Soal Kabinet Gemuk Pakai Kata 'Ndasmu', Public Speaking Presiden Dinilai Buruk
Soroti Perkataan Prabowo Soal Ancaman Asing yang Ingin Pecah Belah Indonesia, Fedi Nuril Malah Bangga Pernah Dituding Dibayar Asing: Ini Pencapaian..
Fedi Nuril Kritik Prabowo soal Demo Bayaran, Skakmat Buzzer Lewat Video Bagi-Bagi Bansos Cari Dukungan RUU TNI, Netizen Beberkan Fakta Mengejutkan!
Fedi Nuril Dituding Antek CIA oleh Akun Anonim Gara-Gara Kritik RUU TNI, Balas dengan Santai tapi Menggigit: Halo Grok
Fedi Nuril Aktif Lagi di X! Soroti Pernyataan Menkomdigi Meutya Hafid Soal Live TikTok: Reminder dari Admin Gerindra
Tanggapan Santai Fedi Nuril Usai Penampilannya di Busan International Film Festival Dinilai Jelek, Gitaris Garasi: Iri karena...