SketsaNusantara.id - Media sosial dihebohkan dengan viralnya video seorang pedagang sembako yang menyoroti perbedaan signifikan antara Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tercantum pada kemasan MinyaKita dengan harga modal dari distributor.
Dalam video tersebut, pedagang itu memperlihatkan kemasan MinyaKita yang menuliskan HET sebesar Rp15.700.
Namun, kenyataanya, harga kulakan yang harus dibayarnya justru lebih tinggi dari angka tersebut.
"Modalnya saja satu ini tuh Rp16.900 sekian, berarti hampir Rp17.000. Bisa-bisanya nulis Rp15.000," ucapnya, dilansir dari akun Instagram @_thinksmart.id
Dikatakan pedagang tersebut bahwa satu dus MinyaKita kini dibanderol Rp203.000, sehingga jika dibagi 12 botol, modal per liter mencapai sekitar Rp16.916.
Hal ini membuat para pedagang kecil merasa kesulitan untuk menentukan harga jual barangnya.
Bagaimana tidak, jika para pedagang ingin mengambil keuntungan tipis sekitar Rp1 ribu per botol, maka harga jualnya berkisar Rp18.000.
Namun di sisi lain, banyak konsumen yang berpedoman pada HET yang tertera di plastik kemasan, sehingga pedagang kerap dianggap menaikkan harga setinggi mungkin.
Keluhan tersebut rupanya juga dirasakan oleh sejumlah warganet di kolom komentar.
Baca Juga: Sejumlah Produsen Minyakita Ditangkap, Curangi Konsumen untuk Raup Keuntungan hingga Ratusan Juta
Beberapa di antaranya mengaku mengalami kondisi serupa dengan harga modal yang bahkan lebih tinggi.
Ada pedagang yang menyebut modal per dus di daerahnya mencapai Rp205 ribu hingga Rp210 ribu.