Sementara di wilayah Bogor, harga satu dus berada di kisaran Rp198 ribu, namun stok sering kali terbatas atau hanya tersedia jika membeli paket bundling dengan produk lain.
Baca Juga: Skandal Minyakita: Produsen UMKM Kelompok Terpadu Nusantara Diperiksa Polisi
Selain itu, ada pula warganet yang menyebut penyalur resmi dari Indomarco menyalurkan barang dengan harga Rp174.000 per dus.
Tetapi, ketika minyak tersebut sampai ke pasar, harganya sudah naik menjadi Rp210.000.
Sontak banyak netizen yang menduga persoalan ini terjadi karena rantai distribusi yang panjang dan dikuasai oleh pemain besar hingga tengkulak.
Setiap pihak penyalur diduga mengambil margin keuntungan.
Hal inilah yang menyebabkan harga di tingkat pengecer kecil menjadi jauh lebih tinggi dari HET yang tertera.
Para pedagang berharap pemerintah dan instansi terkait dapat melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi MinyaKita dengan tujuan agar harga di lapangan dapat kembali menyesuaikan dengan kebijakan yang berlaku.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Viral! Patung Macan Putih di Balongjeruk Kediri Disebut Tak Sesuai Ekspektasi, Kepala Desa Angkat Bicara
Bareskrim Berhasil Pulangkan 9 Korban TPPO Kamboja Korban TPPO, Ada Ibu Hamil 6 Bulan
Bulog Pastikan Ketersediaan Beras Aman di Sumatra Saat Bencana, Stok Dilipatgandakan Sesuai Arahan Presiden
Perkembangan Kasus Dugaan Pengusiran Paksa Nenek Elina di Surabaya, Polda Jatim Periksa 4 Orang Saksi
5 Fakta Pertemuan PBNU di Surabaya, Gus Yahya Tegaskan Semua Persoalan Internal Selesai dan Kepengurusan Kembali Solid
Perkuat Ekonomi Akar Rumput Nasional, BRI Sabet Penghargaan Impactful Grassroots Economic Empowerment 2025