SketsaNusantara.id - Koiyocabe meluruskan kabar soal pemerintah Thailand yang belakangan ini ramai jadi sorotan publik.
Belum lama ini, Negeri Gajah Putih itu ramai jadi perbincangan warganet Indonesia setelah muncul kabar bahwa pemerintah Thailand membubarkan parlemen sebagai langkah demokratis untuk mengembalikan kekuasaan kepada rakyat.
Dalam narasi yang beredar di medsos, disebutkan bahwa situasi keamanan di perbatasan Thailand–Kamboja yang tengah memanas akibat konflik jadi alasan utama Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul membubarkan parlemen.
Selain itu, Anutin juga dikabarkan menghadapi tantangan besar karena memimpin pemerintahan minoritas, sehingga pembubaran parlemen dianggap sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nasional.
Kabar tersebut beredar luas di media sosial sempat mendapat pujian publik, hingga dibandingkan dengan situasi carut marut politik Indonesia akhir-akhir ini.
Namun, Koiyocabe menyebut kabar tersebut tidak sepenuhnya benar. Melalui akun Instagram pribadinya, konten kreator yang akrab disapa Koi itu meluruskan kabar soal pembubaran parlemen Thailand yang dinilai punya maksud tersembunyi.
"Ini gua liat dia, orang kita banyak yang kemakan narasi dan pada muji PM Thailand soal pembubaran DPR supaya bisa kembalikan kekuasaan ke rakyat. Padahal gak gitu wey, gak gitu. Kekuasaan dikembalikan ke rakyat? Bohong," ucapnya dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram @koiyocabe pada hari Minggu, 14 Desember 2025.
YouTuber yang lancar berbahasa Thailand itu menegaskan bahwa pembubaran parlemen justru dilakukan karena keberadaan DPR saat ini membatasi ruang gerak PM Anutin.
"Bisa dibilang bohong itu dia mau ngebalikin kekuasaan ke rakyat, nggak gitu. Justru dia tuh ngebubarin DPR soalnya dengan DPR yang sekarang kekuasaan PM Anutin itu terbatas jadi dia gak bisa bertingkah seenaknya," imbuhnya.
Dalam unggahannya, Koi menjelaskan bahwa ada 3 alasan kenapa PM Thailand mengambil keputusan besar hingga parlemen Thailand dibubarkan.
Menurutnya, kepemimpinan Anutin yang bersifat minoritas membuat koalisi rapuh, terlebih PM Thailand itu tidak lepas dari ancaman mosi tidak percaya dari berbagai pihak yang makin melemahkan posisinya karena bukan berasal dari partai pemenang pemilu.
"Jadi, PM Thailand, Anutin bubarin DPR karena mimpin pemerintahan minoritas. Koalisi dia goyah, dan dia juga katanya mau kena mosi tidak percaya," tutur Koi.