SketsaNusantara.id - Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera masih ramai jadi pusat perhatian publik. Di tengah proses pemulihan, muncul kesaksian warga yang mengaku sempat menerima "pertanda alam" sebelum terjadi bencana.
Kesaksian itu dibagikan oleh Manda, warga Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara. Melalui akun Instagramnya, Manda menceritakan pengalaman warga Dusun Sejudo, Kecamatan Langkahan, yang mengalami kejadian tak biasa beberapa hari sebelum banjir bandang menerjang.
Saat menyalurkan bantuan untuk korban terdampak bencana, Manda mendengar cerita warga yang mengaku melihat harimau turun dari hutan dan masuk ke area permukiman.
"Sekitar 7 hari sebelum terjadinya banjir bandang, warga di Dusun Sejudo itu didatangi harimau. Aku nggak tahu harimau itu ada berapa ekor, tapi anehnya hewan buas itu nggak menyerang manusia sama sekali," ungkapnya dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram @mnztl_ pada hari Minggu, 13 Desember 2025.
"Harimau itu keliling kampung dan dikira warga dia kelaparan. Dikasih nasi sama warga pun dimakan, tapi namanya hewan buas jadi masyarakat tetap takut dan waspada," imbuhnya.
Warga mengamati tingkah laku harimau yang beberapa hari masuk ke area pemukiman warga. Sempat was-was, namun gelagat aneh harimau ini seolah jadi pertanda yang membawa pesan bagi manusia agar segera mengungsi ke tempat aman sebelum terjadi bencana banjir.
"H-2 sebelum banjir itu harimau datang lagi. Semakin hari, kelakuannya makin aneh, karena harimau-harimau itu ngumpulin kerdus-kardus ke rumah warga. Setelah itu mereka gak nampak lagi dan keesokan harinya banjir bandang datang," tutur Manda.
"Aku dengar ceritanya ini bikin merinding sebadan. Nggak ada yang tahu karena dipikir kardus-kardus itu buat mainan harimau aja, padahal mereka udah ngasih tanda bahwa warga harus mengungsi karena akan terjadi musibah besar," sambungnya.
Benar saja, setelah hujan deras mengguyur wilayah Aceh selama beberapa hari, banjir bandang pun terjadi. Air datang dengan cepat dan merendam bahkan menghanyutkan rumah-rumah warga.
Baca Juga: Eks Penyidik KPK Soroti Kayu Gelondongan Terbawa Banjir, Duga Ada Korupsi dan Keterlibatan Pejabat
"Jam 01:0 dini hari banjir udah sedada orang dewasa, listrik juga terputus. Banyak warga yang mengungsi dari rumah mereka dan hanya bisa menyelamatkan diri dan keluarga dengan pakaian yang menempel di badan," ucapnya.
"Desa yang aku datangi itu masih melekat banget dengan alam, jadi mungkin anggapannya wajar kalo pemukiman mereka sesekali didatangi satwa liar, tapi warga nggak paham kalo harimau itu bawa pertanda akan terjadi banjir besar," pungkas Manda.