SketsaNusantara.id - Jurnalis senior Najwa Shihab terlihat aktif dalam aktivitas kemanusiaan untuk korban banjir di Aceh.
Beberapa hari terakhir, istri almarhum Ibrahim Sjarief Assegaf ini mendatangi beberapa lokasi terdampak banjir khususnya di Aceh.
Bencana ini mengingatkan Najwa akan tsunami yang pernah melanda Aceh pada tahun 2004 lalu.
Baca Juga: Eks Penyidik KPK Soroti Kayu Gelondongan Terbawa Banjir, Duga Ada Korupsi dan Keterlibatan Pejabat
Unggahan ini dibagikan melalui akun Instagram @najwashihab pada 11 Desember 2025 seperti pantauan tim SketsaNusantara.id.
“Dua puluh tahun lalu, Aceh mengajarkan saya: luka bencana tak pernah bisa dihitung. Ia hanya bisa didengar dan dipikul bersama,” kata Najwa dikutip oleh tim redaksi.
Tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 masih menyisakan duka yang mendalam sampai saat ini.
“Tsunami 2004 ialah momen ketika Indonesia, termasuk media dan para awaknya, belajar dari nol tentang bagaimana meliput kehancuran tanpa kehilangan kepekaan,” lanjutnya.
Lebih dari 20 tahun berlalu, bencana yang berbeda kembali melanda dan mengingatkan kembali akan tsunami kala itu.
“November 2025, ketika kembali menyusuri Aceh dan Sumatera Utara yang diterjang banjir besar, ingatan itu kembali,” imbuhnya.
Meski berbeda bencana, namun kedukaan yang sama tetap mengena di hati masyarakat. Bedanya, di era digital saat ini berita tentang bencana lebih cepat meluas.
“Wajah bencananya berbeda, tapi cemasnya sama melanda. Yang berubah medan liputannya, lantaran teknologi membuat kabar dan data mengalir deras, publik semakin kritis,” sambungnya.
Jurnalis dan awak media yang turun ke lapangan kini harus lebih berhati-hati dalam mengolah berita agar tidak menimbulkan kekeruhan.
“Tugas media lalu kian rumit; menjaga akurasi sekaligus empati, dan memastikan perhatian publik tetap terarah tanpa memperkeruh keadaan,” tegasnya.