SketsaNusantara.id - Aulia Postiera, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggapi banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatera.
Menurutnya, jika memang pohon itu tumbang dan kebawa oleh arus air, potongan pohon tersebut seharusnya tidak rapi.
Sementara dari banyaknya foto dan video yang beredar di media sosial, tumpukan kayu gelondongan tersebut memiliki potongan yang rapi, seperti memang disengaja ditebang dengan menggunakan alat khusus.
“Banyak kayu gelondongan yang masuk ke wilayah penduduk yang disapu oleh banjir itu,” katanya, dilansir dari kanal Youtube Abraham Samad Speak Up.
Aulia menyadari banyaknya lahan hutan gundul di Sumatera hingga Aceh.
“Itu yang terjadi saat ini, ini yang paling besar karena kalau kita melihat apa yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh itu hutannya gundul,” kata Aulia.
Dikatakan Aulia bahwa dari hasil penelitian pun menunjukkan banyak terjadi penebangan hutan ilegal.
“Sudah banyak peneliti, banyak NGO yang menyatakan bahwa ini terjadi pembalakan liar, ini terjadi illegal mining di wilayah-wilayah tersebut dan tidak ada penegakan hukum,” jelasnya.
Bukan hanya itu saja, Aulia mengungkap bahwa pembalakan liar ini kerap kali dilakukan oleh korporasi.
"Pembalakan liar itu dilakukan korporasi, rakyat kan nggak punya bekho. Kalau itu tambang rakyat atau ditebang oleh rakyat, seberapa banyak sih masyarakat ini bisa memotong kayu atau menambang?," ucap Aulia.
Adanya alat-alat berat yang digunakan untuk pembalakan liar itulah menunjukkan bahwa kegiatan tersebut bukan dilakukan oleh rakyat.