SketsaNusantara.id - Pasca reaktivasi Bandara Notohadinegoro dengan 2 rute perjalanan ke Jakarta dan Bali, yang mendapatkan respon positif.
DPRD Jember mendorong untuk segera melakukan perbaikan beberapa fasilitas yang harus segera dilaksanakan.
"Kami apresiasi ya terkait dengan Bandara Notohadinegoro yang kini sudah reaktivasi kembali, tetapi ada beberapa catatan yang harus segera dilaksanakan," ujar Anggota Komisi C DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo, saat dikonfirmasi, Rabu 10 Desember 2025.
Catatan penting menurutnya, terkait dengan infrastuktur Bandara Notohadinegoro yang saat ini masih butuh banyak perbaikan.
"Memang tahun 2025 di PAPBD sudah dianggarkan sekitar Rp1,4 miliar, namun alokasi anggaran ini masih dari kebutuhan untuk perbaikan," imbuhnya.
Edi mengatakan, jika di pembahasan APBD 2026 sudah diusulkan untuk pergeseran anggaran sekitar Rp4 miliar untuk perbaikan infrastuktur.
"Alokasi itu kami minta diperuntukan perbaikan fasilitas mulai dari perawatan gedung, ruang tunggu, kamar mandi yang kurang layak, perbaikan marka jalan, X-Ray hingga berbagai kebutuhan publik lainnya," jelasnya.
DPRD Jember mendorong perbaikan infrastuktur dan sarana prasarana lainnya di Bandara Notohadinegoro, harus menjadi hal yang urgent.
"Pasalnya, ini merupakan potret wajah dari daerah karena orang dari luar daerah yang datang pasti akan melihat kondisi bandara kita," tegasnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini juga memaparkan, kalau pemerintah daerah harus bergerak cepat dalam mendorong untuk perluasan runway, sehingga pesawat berbadan besar atau jenis boeing bisa landing.
"Kami juga mendorong agar perluasan runway ini bisa segera dikomunikasikan dengan pemerintah pusat, karena lahannya milik BUMN. Jika ini bisa segera dieksekusi maka bisa langsung diarahkan untuk dikembangkan oleh Angkasa Pura, sehingga bandara kita bisa berkembang lagi," sambungnya.