Pameran ini, kata Benny, diposisikan sebagai ruang temu antara pengkarya dan publik.
"Melalui interaksi tersebut, Dewan Kesenian Kampus berharap publik dapat merasakan bagaimana imajinasi utopis dapat menjadi bentuk refleksi sekaligus kritik yang konstruktif.," imbuhnya.
Benny berharap pameran ini dapat mengajak publik melihat bagaimana gagasan kesenian bisa tumbuh dari kehidupan orang-orang di sekitar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!