Kamis, 4 Juni 2026

Muda Mudi Mudo Vol.2: Layers, Ruang Utopia dan Folks dari Seniman Muda Dewan Kesenian Kampus Universitas Jember

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 Desember 2025 | 15:02 WIB
Pamera Muda Mudi Mudo vol.2 (SketsaNusantara.id / Qorry 'Aina Damayanti)
Pamera Muda Mudi Mudo vol.2 (SketsaNusantara.id / Qorry 'Aina Damayanti)

SketsaNusantara.idDewan Kesenian Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember kembali menggelar pameran seni kontemporer bertajuk Muda Mudi Mudo Vol.2: Layers setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan Pameran Muda Mudi Mudo pertama di tahun 2023.

Di tahun ini, Dewan Kesenian Kampus melalui Pameran Muda Mudi Mudo dengan tema besar "Utopia dan Folks" ini diadakan di Gedung PKM Universitas Jember pada 9-11 Desember 2025.

Sebanyak 22 seniman muda dari Dewan Kesenian Kampus berpartisipasi, dengan menghadirkan karya dalam medium yang bervariasi, mulai dari dua dimensi, karya audio-visual, instalasi, hingga bentuk interaktif yang membuka ruang partisipasi pengunjung.

Baca Juga: Ketika Perempuan Menenun Perlawanan: Pameran Cerita Foto Mama Aleta Fund Angkat Suara Pulau-Pulau Kecil di Tengah Krisis Iklim

Melalui keragaman medium ini, pameran berupaya menciptakan dialog tentang harapan, kritik, dan kemungkinan masa depan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, para pengkarya diajak mengolah pemikiran utopis.

Bayangan ideal yang justru lahir dari ketidakidealan yang diamati pengkarya terkait banyak hal, pengalaman personal, relasi sosial, isu perempuan, lingkungan hidup, hingga dinamika keseharian yang tak sempurna.

Baca Juga: Marak Selebrasi Ruang Temu Kopi Kelas Atas, Kolektif Kulon Project Kritisi Keberadaan Kopi Tradisional Bondowoso Lewat Pameran Kobessah

Namun utopia yang digagas para seniman tidak berdiri sendiri. Konsep folks atau masyarakat sekitar menjadi pengikat bagaimana imajinasi personal tersebut bertaut dengan kehidupan orang banyak.

Kurator pameran, Benny Bulldog, menegaskan pentingnya melihat utopia sebagai sesuatu yang lahir dari keresahan nyata, namun tetap berkait erat dengan kondisi masyarakat.

"Utopia muncul dari keresahan atas realitas yang tidak ideal. Namun saat gagasan itu dirangkai dengan pengalaman orang-orang di sekitar kita, ia menjadi lebih relevan, lebih membumi,"

Baca Juga: Dorong Partisipasi Aktif Suarakan Hak Kelompok Rentan, Lembaga GPP Jember Gelar Pameran Karya Kreatif di Festival Jurnalis Warga

"Dalam Layers, kita melihat bagaimana seniman muda membayangkan kemungkinan lain bagi masyarakat, mulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari hingga isu sosial yang lebih luas,” kata Benny Bulldog.

Sehingga setiap karya tidak hanya memotret imajinasi personal, melainkan juga membicarakan bagaimana imajinasi itu berkaitan dengan sekitar.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X