“Dibombardir telepon dan WhatsApp tidak berhenti-berhenti,” lanjutnya.
Namun belum diketahui secara apa kalimat serangan berupa makian dan ancaman tersebut.
“Isinya makian dan ancaman. Sekian, harap maklum,” katanya.
Mengetahui kejadian tersebut, netizen berbondong-bondong memberikan komentarnya kepada Ulil.
Ada yang memberikan komentar sarkas, hingga membandingkannya dengan musibah yang menimpa warga di Sumatera.
“Cuma ditelepon dan dimaki, tuh lihat saudara-saudara kita di Sumatera rumahnya hanyut, sanak saudara hilang. Harusnya Anda malu, Pak,” ujar salah satu netizen.
“Pokoknya hutan dan alam itu tidak penting. Ikuti saja Ulil yang maha benar ini,” kata netizen berikutnya.
“Saya lebih baik menjadi wahabi lingkungan dari pada hatinya mati melihat orang meninggal dan hilang dengan gelonggongan kayu terlihat jelas terbawa banjir,” sahut akun lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!