Minggu, 19 Juli 2026

4 Sesat Pikir Ulil soal Tambang Nikel Dibongkar Ferry Irwandi: Gua Anti Kebodohan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 08:00 WIB
Ferry Irwandi membongkar sesat pikir Ulil soal tambang nikel di Raja Ampat. (Kolase Facebook/Ulil Abshar Abdalla dan Youtube/Ferry Irwandi)
Ferry Irwandi membongkar sesat pikir Ulil soal tambang nikel di Raja Ampat. (Kolase Facebook/Ulil Abshar Abdalla dan Youtube/Ferry Irwandi)

SketsaNusantara.id - Isu tambang nikel di Raja Ampat kembali memanas setelah tayangan debat antara Greenpeace dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdalla, dalam sebuah acara televisi.

Salah satu respons paling tajam datang dari Ferry Irwandi, CEO Malaka Project, lewat video YouTube yang diunggah 20 Juni 2025.

Dalam video tersebut, Ferry secara lugas membedah argumen-argumen yang disampaikan Ulil dan pihak pro-tambang.

Baca Juga: Unggah Video dan Foto Situasi Raja Ampat, TikToker Ini Kecewa dan Kritik Cinta Laura dan Dibandingkan Dengan Ganjar Pranowo

Menurutnya, argumen itu tidak hanya lemah, tapi juga mengandung banyak logical fallacy atau sesat pikir yang bisa membingungkan publik.

“Kalau tidak diluruskan, ini bisa berbahaya,” ujar Ferry.

Ferry juga menegaskan bahwa dirinya bukan aktivis lingkungan, tetapi anti kebodohan.

Baca Juga: Jokowi Klarifikasi Isu Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana, Ini Faktanya Terkait Keterlibatannya dengan Tambang di Raja Ampat

“Gua bukan anti industri, bukan aktivis lingkungan, gua cuma anti kebodohan,” lanjutnya.

Lewat kritiknya, Ferry tidak sekadar menyerang pribadi, tapi membongkar cara berpikir yang menurutnya berbahaya jika dijadikan dasar kebijakan.

Berikut ini 4 sesat pikir yang digunakan Ulil dan pihak pro tambang dalam membela pertambangan nikel di kawasan konservasi Raja Ampat.

Baca Juga: IUP Dicabut, Kini Polri Mengusut 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat Ini dan Terancam Pidana

1. Straw Man Fallacy

Ferry menyebut istilah “wahabi lingkungan” yang dilontarkan Ulil sebagai bentuk straw man fallacy, yaitu menyederhanakan posisi lawan agar mudah diserang.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Ferry Irwandi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X