Dikatakan Bahlil bahwa saat ia melakukan meninjau bekas area pertambangan dari udara menggunakan helikopter, ia melihat kondisi terbaik adalah ketika reklamasi dan reboisasi sudah dilakukan.
"Kalau belum, waduh,"
Baca Juga: Pakai Mobil Maung Pindad, Bahlil Lahadalia Akui Merasa Lebih Gagah
Hal itulah yang mendorong dirinya mengadakan sistem penataan yang lebih ketat, termasuk mewajibkan pemegang izin tambang untuk menjamin biaya reklamasi sebelum melakukan kegiatan penambangan.
Hal ini dilakukan agar para pelaku usaha tidak meninggalkan lahan rusak setelah eksploitasi selesai.
"Maka kemudian itulah yang mendorong kami untuk melakukan penataan secara komprehensif, dengan meminta kepada seluruh izin-izin pertambangan agar menjaminkan biaya reklamasinya dulu. Supaya jangan sampai tambang, terus tinggalkan hutan," tandasnya.
Alih-alih mendapat dukungan, ucapan Bahlil ini justru diragukan oleh netizen.
"Bukan masalah menyesal ,tp apa yg bisa bpk lakukan untuk membayar ini semua ,tanggung jawab pak kan sudah menikmati hasil nya ,bpk yg menikmati tp rakyat yg sengsara ini nyawa manusia lho korbannya," komentar netizen.
"Haaalaaaah halaaaaah ," tulis netizen.
"Ucapkan pretttttt ahh," kata netizen.
"Yaudah pak sebagai buat nebus rasa bersalah sumbangin semua hartamu yg didapet dari bisnis kayu n tambang itu ke korban bencana yg membutuhkan," ujar netizen.
"Baru nyadar pak... Kmn aja, hampir setiap tahun banjir bandang.. Kok skrg baru maerasa bersalah," timpal netizen yang lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!