news

Penggudulan Hutan di Sumatera Melonjak Tinggi Tahun 2024, Ratusan Ribu Hektar Hujan Primer Basah Hilang

Jumat, 28 November 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi hutan di Sumatera yang gundul (Freepik)

 

 

 

 

SketsaNusantara.id - Sejumlah wilayah di Sumatera tengah dilanda bencana banjir dan tanah longsor sejak 21 November 2025 lalu.

Cuaca ekstrim, hujan tanpa henti ditambah Siklon Tropis Senyar menjadi salah satu faktor penyebab banjir kian parah.

Selain itu, kondisi lingkungan dan daerah resapan air di beberapa wilayah juga menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut.

Baca Juga: Ahli ITB Ungkap Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Sumut, Aceh dan Sumbar, Bukan hanya Siklon Tropis Senyar?

Hal tersebut diungkap Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi Sumatera Utara yang menolak anggapan bahwa banjir dan longsor yang terjadi hanya disebabkan hujan dan faktor cuaca.

Dalam keterangan resminya, Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik menilai, ada peran manusia dalam bencana alam yang menelan puluhan korban tersebut.

Salah satunya lewat keputusan politik serta kebijakan yang mengatasnamakan pembanguan serta ekonomi.

Baca Juga: Update Banjir di Sumatera Utara, BNPB Buka Akses Darat yang Terputus hingga Kirim Bantuan via Jalur Udara

Ia pun meminta pemerintah agar lebih memperhatikan hutan tropis terakhir di Sumatera Utara, yakni ekosistem Batang Toru.

Penggunglan hutan atau deforestasi di Pulau Sumatera sendiri meningkat cukup tajam pada tahun 2024.

Halaman:

Tags

Terkini