SketsaNusantara.id – Tim peneliti dari Museum Geologi Bandung di bawah naungan Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berhasil mengukir sejarah baru dalam dunia paleontologi Indonesia.
Mereka menemukan fosil gajah purba yang diperkirakan berusia sangat tua, mencapai sekitar 800.000 tahun, di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Penemuan bersejarah ini tepatnya berlokasi di Dusun Tritik, Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tepatnya di kawasan perbukitan yang merupakan lereng dari Gunung Pandan dan masuk dalam zona Kendeng yang kaya akan potensi fosil.
Penemuan fosil ini disebut menjadi penemuan vertebrata paling besar yang menjadi indikasi kuat bahwa wilayah Nganjuk di masa lampau merupakan habitat penting bagi kehidupan Megafauna Pleistosen.
Ini disebut akan membuka lembaran baru dalam penelitian migrasi dan evolusi gajah di Nusantara.
Hal ini dijelaskan oleh Kepala Museum Geologi Bandung, Isnu Sulityawan bahwa sejak 20022 pemerintah Kabupaten Nganjuk melaporkan adanya potensi temuan fosil di wilayahnya, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Hingga akhirnya pada tahun 2024 tim kemudian melakukan penyelidikan mendalam dan berhasil memetakan kondisi geologi serta mengidentifikasi lapisan tanah yang berpotensi menyimpan fosil besar.
Akhirnya proses ekskavasi resmi kemudian dilakukan pada tahun 2025 hingga kemudian ditemukanlah fosil gajah purba dalam kondisi relatif masih utuh dengan kondisi 70 persen masih lengkap.
Fosil yang berhasil diangkat meliputi rahang, gading, gigi, kaki serta tulang rusuk bagian atas dan belakang.
Penemuan ini sendiri berhasil diidentifikasi sementara sebagai fosil dari genus Stegodon.