Calon Arang selama ini digambarkan sebagai figur sentral dalam mitologi Bali dan Jawa yang sangat kuat, digambarkan sebagai penyihir atau ratu Leak yang memiliki kekuatan magis gelap.
Sehingga pembatalan penggunaan kostum Calon Arang menguatkan dugaan bahwa representasi tokoh mitologi tersebut sebab tokoh ini memiliki tingkat sensitivitas dan risiko yang tinggi, terutama di panggung global.
Sehingga akhirnya, dengan desainer yang sama yakni I Nyoman Inggi Kendran, Sanly Liu melenggang dengan kostum Bali bertema Bali Yadnya.
Baca Juga: Miss Universe: Standar Terukur, Rekam Jejak Keluarga, dan Figur Inspiratif
Busana ini merupakan representasi visual dari Gebogan atau Banten Peed, yaitu persembahan suci masyarakat Bali yang melambangkan rasa syukur, keseimbangan, dan pengabdian (Yadnya) kepada Illahi.
Busana ini mengusung pesan positif tentang harmoni, spiritualitas, dan kemakmuran yang lebih universal.
Elemen-elemen seperti susunan buah, bunga, dan ukiran mewah memberikan kesan anggun dan suci, yang merupakan narasi universal yang mudah diterima.
Meskipun menuai tanda tanya, keputusan akhir untuk menggunakan "Bali Yadnya" terbukti sukses.
Sanly Liu membawakan kostum tersebut dengan penuh keanggunan, menjadikannya salah satu kostum nasional yang paling banyak dibicarakan karena detail dan maknanya yang mendalam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!