SketsaNusantara.id - Pernyataan Cucun Syamsurijal yang ingin meniadakan posisi ahli gizi dan menggantinya dengan pengawas gizi yang bahkan bisa diisi oleh tenaga non-ahli terus menjadi sorotan publik.
DR. dr. Tan Shot Yen pun turut menyoroti ucapan Cucun Syamsurijal tersebut.
"Semakin terang benderang dengan siapa kita 'berperang'," tulisnya, dilansir dari akun Instagram @drtanshotyen.
Dokter, ahli gizi, sekaligus penulis ini tak segan menyebut bahwa presiden Prabowo Subianto tengah ditikam dari belakang.
"Boleh gak sih jika saya bilang Presiden sedang ditikam dari belakang?," ucapnya.
Tan Shot Yen kemudian memaparkan lima poin yang menurutnya menjadi tanda bahwa Prabowo Subianto sedang disakiti melalui program unggulannya sendiri, MBG.
Baca Juga: Harta Kekayaan Cucun Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI yang Berencana Hapus Ahli Gizi Dari Program MBG
Poin pertama yang ia soroti adalah bahwa SPPG kini berubah menjadi proyek dengan kinerja buruk dan hasil yang mengecewakan sehingga berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat.
"Pemilik SPPG makin serakah dan kinerja buruk," tegasnya.
Poin kedua menanggapi pernyataan Cucun. Menurutnya, SPPG tanpa ahli gizi ibarat pesawat yang diterbangkan tanpa pilot.
"Cukup ground staff yang diberi les 3 bulan lalu suruh bawa boeing atau airbus. Air crash tak terelakan tebak siapa yang dihujat? Program gagal katanya. Gak perlu percaya lagi pemerintah," ujarnya.
Pada poin ketiga, ia menyebut bahwa absennya ahli gizi dalam SPPG dapat membuat produk program tersebut tidak terkontrol dan hanya menjadi ajang kolaborasi industri serta BGN.