SketsaNusantara.id - Denny Siregar mengapresiasi tindakan Arsul Sani yang membuktikan gelar akademiknya sah dengan menunjukkan ijazah asli yang dikaitkan publik dengan isu ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi).
Pada hari Jumat, 14 November 2025 lalu, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dengan dugaan penggunaan ijazah palsu.
Menanggapi hal tersebut, Arsul Sani menggelar konferensi pers di Gedung MK Jakarta Pusat. Ia membantah tuduhan ijazah palsu yang diarahkan padanya dan memperlihatkan langsung sejumlah dokumen sebagai bentuk klarifikasi secara terbuka kepada publik.
Baca Juga: Ijazah SMA dan Kuliah Jokowi Asli Atau Palsu? Bareskrim Polri Sebut Bukti-Bukti dan Fakta Pentingnya
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Arsul Sani menunjukkan sertifikat, transkrip nilai, salinan disertasi yang dikerjakannya hingga foto wisuda dan ijazah doktor hukum yang telah dilegalisir.
"Ini saya tunjukkan foto ketika menerima ijazah asli. Karena dalam 2-3 hari saya harus balik ke Indonesia, maka ijazah itu saya copy dengan dibantu oleh KBRI lalu saya legalisasi, silahkan bisa dilihat sendiri," kata Arsul Sani, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV.
Diketahui, Arsul Sani menempuh pendidikan doktoral di Warsaw Management University (WMU) di Warsawa, Polandia pada tahun 2023.
Dalam pernyataannya, Arsul Sani juga menyebutkan secara lengkap judul disertasi untuk memperoleh gelar doktor yang isinya membahas tentang pertimbangan keamanan nasional dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) dalam kebijakan hukum kontraterorisme berdasarkan studi kasus Indonesia pasca tragedi bom Bali.
Tak hanya itu, Arsul Sani juga mampu menjelaskan secara detail proses wisudanya yang turut dihadiri Duta Besar RI untuk Polandia sebagai undangan khusus dari pihak kampus.
"Kira-kira di bulan Februari atau Maret 2023, saya diberitahu akan ada wisuda doktoral di Warsawa. Kebetulan jaraknya nggak begitu jauh dari Kampus, dan di sanalah diberikan ijazah asli itu," tuturnya."
Dalam konferensi pers tersebut, Arsul menekankan bahwa dirinya memiliki riwayat pendidikan yang jelas dan seluruh dokumen pendidikan yang ditunjukkannya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun akademik.
"Semua dokumen ini membuktikan bahwa proses pendidikan saya jelas, resmi dan dapat dipertanggungjawabkan," tandasnya.