Alfian menjelaskan, hujan yang turun sejak rombongan pelatihan tiba membuat proses menuju lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki.
Baca Juga: Pemkab Jember Berikan Bantuan Pelampung Kepada 8 Unit KSR PMI Jember
“Akhirnya semua peserta, panitia, jalan kaki sekitar 2 kilometer dengan jalan yang licin dan berbatu," kenang Alfina.
Sementara itu, truk tetap melanjutkan perjalanan dengan hanya membawa perlengkapan peralatan dan perlengkapan diklat.
Kondisi cuaca yang tak menentu juga membuat panitia terpaksa mengubah lokasi pendirian tenda.
"Awalnya kami mau buka tenda lapang di tepi sungai, ternyata air sungainya keruh dan tinggi. Akhirnya lokasi pendirian tenda dipindah ke lokasi yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Ahmad Fauzi, pendamping dari KSR Markas PMI Kabupaten Jember, menegaskan bahwa kegiatan tetap berjalan dengan baik. "Alhamdulillah sampai hari ini lancar. Hanya ada satu dua yang sakit, tapi sudah baikan," ungkapnya.
Pendamping lain, Andre Ferdiansyah menambahkan, dalam pelatihan kali ini, peserta dituntut benar-benar mandiri.
Ia mencontohkan sesi dapur umum yang mengharuskan peserta mengelola makanan secara mandiri.
"Mereka masak sendiri sesuai kebutuhan masing-masing, untuk peserta dan panitia," kata Andre.
Menurut Andre, praktik langsung seperti ini sangat penting untuk melatih kesiapsiagaan saat menghadapi situasi darurat.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini krusial dalam proses regenerasi relawan.
“KSR PMI di kampus-kampus, salah satunya KSR PMI Unit ITS Mandala adalah relawan PMI Kabupaten Jember. Diklatsar KSR ini sangat penting untuk menyiapkan relawan PMI yang berkuaitas, tangguh dan professional,” ujarnya.