"Selokan Belakang seperti memberikan nilai tawar untuk terus bersemangat dari semangkuk cinta yang siap disantap," tuturnya.
Duo pendatang baru, Iqbal dan Karin, yang meski belum memiliki nama panggung resmi namun berhasil tampil intim dengan petikan gitar yang menjelma kasih romantis untuk dunia yang biasa-biasa saja.
Band Kahlo turut menambah dinamika dengan musik indie rock, memberikan pesan bahwa cinta haruslah murni dan berdiri di kaki sendiri.
Serta penampilan dua kakak-beradik kecil, Notre dan Faire yang berhasil menyuguhkan kehangatan cinta mereka kepada para penonton yang hadir.
Masih sama seperti kebiasaan-kebiasaan acara di Sudut Kalisat sebelumnya, zine edisi Olby Gigs dengan tebal 40 halaman bertajuk "Satu Malam untuk Cinta yang Tak Pernah Padam" juga dihadirkan dengan tema-tema yang mayor akan cinta.
"Mulai dari cinta terhadap seseorang, cinta yang terjebak masa lalu, hingga puisi-puisi untuk sejoli,"
Sudut Kalisat juga menyediakan zine secara online yang dapat diakses oleh siapa pun melalui tautan berikut.
Melalui gigs ini, Sudut Kalisat berharap agar setiap orang lebih berani merayakan hal-hal kecil dalam hidup.
"Kami ingin orang sadar bahwa kehadiran seseorang itu berharga. Kami ingin keterikatan yang lebih dekat di antara satu dan lainnya. Lebih penting lagi, untuk bersenang-senang bersama," ujarnya.
Olby Gigs hadir bukan hanya sebagai ruang perayaan, tetapi juga wadah pertemuan.
"Sekadar berbincang dengan orang baru. Di sini, kita bisa melihat perkembangan band-band indie yang sedang merintis sekaligus menjadi support system bagi mereka yang berkarya," jelas Karin.
Melalui acara kecil ini harapannya, perhelatan musik dan acara-acara kebudayaan tidak harus diselenggarakan dengan momentum setinggi langit dan biaya yang tidak masuk akal. Ia bisa menjadi acara sederhana untuk menghidupi ruang-ruang kampung yang jauh dari hingar bingar hiburan dari pusat kota.***