"Memang dalam kondisi seperti ini, pemerintah pusat meminta daerah untuk bisa berinovasi dan mengedepankan kemandirian fiskal," sambungnya.
Baca Juga: Pemkab Jember Berikan Bantuan Pelampung Kepada 8 Unit KSR PMI Jember
"Maka pasti anggaran untuk ATK dan sebagainya akan dikurangi, namun untuk program kemasyarakatan masih tetap dan tidak berkurang," ucap Gus Fawait.
Ia menerangkan, meski ada pengurangan dana transfer tersebut tidak akan ada pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawait (TPP).
"Kami berkomitmen bersama DPRD Jember, bahwa TPP dari para pegawai kita tidak akan dipotong. Meskipun, di beberapa daerah sudah mulai ada pemotongan," paparnya.
Langkah strategis yang diambil untuk menutupi hal tersebut, pihaknya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Untuk meningkatkan PAD ini kami tidak akan menaikkan pajak yang berimplikasi langsung pada masyarakat," tegasnya.
"Maka langkah kami saat ini mengurangi kebocoran-kebocoran pajak, yang hingga kini masih ada dan tidak ingin ini terlalu besar," tutupnya.
Sebagai informasi, usulan RAPBD Kabupaten Jember tahun 2026 mencapai Rp4,576 triliun.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI