Lalu pada 2007, ia berhasil menuntaskan pendidikan Magister Ekonomi Syariah di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Karier Sri Purnomo
Sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan, Sri Purnomo mengawali kariernya sebagai guru setelah lulus sarjana.
Ia mengajar pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) di MTsN Sleman Kota sejak 1986.
Selain menjadi guru, Sri Purnomo juga merupakan pengusaha mebel.
Sri Purnomo cukup aktif di berbagai organisasi, salah satunya PD Muhammadiyah Sleman yang kemudian menjadi pintu masuk karier politiknya.
Pada tahun 2005, Melalui PAN Sleman, Sri Purnomo memutuskan untuk terjun secara aktif di politik dengan maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Ibnu Subiyanto.
Pasangan Sri Purnomo-Ibnu Subiyanto berhasil meraih kemenangan dan dilantik sebagai bupati-wakil bupati Sleman periode 2005-2010.
Sayangnya, setahun kemudian Ibnu Subiyanto terjerat kasus korupsi, membuat Sri Purnomo harus mengambil alih jabatan orang nomor 1 di Sleman itu.
Sukses di periode pertama, Sri Purnomo kembali maju di Pilkada Sleman 2015 bersama Sei Muslimatun.
Ia pun kembali terpilih sebagai bupati Sleman dengan masa bakti 2010-2015.
Baca Juga: Kasus Penipuan Rp100 Juta, Pak Tarno Akhirnya Buka Suara Setelah 12 Tahun!
Kasus
Pada tahun 2020, Kabupaten Sleman menerima hibah dari Kementerian Keuangan dengan nilai Rp68,5 miliar.
Dana tersebut diperuntukkan untuk mendukung sektor pariwisata yang kala itu terdampak pandemi Covid-19.