"Mungkin ada (rencana kenaikan tukin). Belum, (Kemenkeu) belum kerja keras. Nanti kalau pertumbuhan ekonominya bagus banget tahun depan baru kita minta (kenaikan tukin), targetnya di atas 6%," ujarnya.
Purbaya menambahkan, saat ini tukin di Kemenkeu sudah mencapai 100 persen. Ketika ditanya soal rencana kenaikan gaji ASN, ia enggan berkomentar lebih jauh.
Bendahara negara ini juga mengaku tak ingin ceplas-ceplos dan akan menjelaskan lebih detail jika sudah ada perkembangan lebih lanjut.
"Nanti saya diskusikan dulu sama teman-teman di kantor. Sekarang ngomongnya harus gitu, nggak boleh ceplas-ceplos," kata Purbaya sambil tertawa.
"Nggak boleh (ceplas-ceplos), nanti ada yang marahin. Saya belum tahu, nanti saya investigasi lagi ya," pungkasnya.
Pernyataan Purbaya mencuri perhatian. Publik menyoroti perubahan gaya bicara yang kini lebih kalem dibanding sebelumnya , mengingat Menkeu dikenal punya gaya bicara bak 'koboi' dan suka ceplas-ceplos saat berbicara.
Warganet menyebut perubahan ini terjadi imbas Purbaya mendapat kritik dari Hasan Nasbi.
"Siapa yang marahin pak?? Sini lapor netizen. Ya begini menteri kesayangan rakyat, selalu bersyukur dan gak serakah minta kenaikan gaji saat ekonomi lagi gak stabil, emang top banget!" komentar netizen.
"Pak Purbaya masih mending ceplas-ceplos tapi jujur, daripada pejabat yang suka blunder. Dimarahin efek kena sentil Hasan Nasbi kah? kita selalu dukung bapak," imbuh netizen lainnya.
"Harap maklum sajalah pak Pur, sama orang panik suka serba salah memang benar. Kita ikhlas kalo menkeu dikasih kenaikan gaji apalagi kalo ekonomi membaik, menteri HAM aja kerjanya gak jelas minta anggaran gaji naik," sindir netizen lainnya.
Sebelumnya, Hasan Nasbi memang sempat melontarkan kritik terhadap gaya komunikasi Purbaya yang ceplas-ceplos hingga menyentil pejabat lain secara terbuka.
Mantan Kepala PCO itu menyebut "baku hantam" dan kritik untuk sesama anggota kabinet lebih baik disampaikan di ruang tertutup, agar tidak menimbulkan kesan pemerintah tidak solid karena saling serang di hadapan publik.
"Sesama anggota kabinet kalau bicara dalam konteks pemerintah, nggak bisa baku tikam di depan umum. Kalau mau saling koreksi, bahkan sambil marah-marah silahkan di ruang tertutup, kalo di ruang terbuka malah membuat orang tidak suka dengan pemerintah," ujar Hasan Nasbi dalam video di kanal YouTube miliknya pada Jumat, 24 Oktober 2025.
"Bahaya ini kalo dibiarkan terus menerus, lama-lama pemerintah terlihat lemah, kelihatan nggak solid dan gampang pecah, padahal soliditas pemerintah itu penting sekali," pungkasnya.