SketsaNusantara.id — Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 resmi dibuka di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Jumat, 24 Oktober 2025. Kompetisi berskala nasional yang berlangsung hingga 26 Oktober itu menghadirkan 68 tim mahasiswa dari 44 perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Ajang pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan ini menjadi salah satu program tahunan bergengsi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tahun sebelumnya, KMHE digelar di Ancol, Jakarta. Sementara penyelenggaraan perdana berlangsung di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2012. Tahun ini tercatat sebagai edisi ke-14 penyelenggaraan.
“KMHE ini agenda nasional, dan tahun ini Universitas Jember dipercaya sebagai tuan rumah,” ujar Wakil Rektor III Unej sekaligus Ketua Panitia, Fendi Setiawan, Jumat 24 Oktober 2025.
Walau sempat diguyur hujan saat pembukaan, panitia memastikan kompetisi tetap berjalan maksimal.
“Mudah-mudahan cuaca lebih bersahabat selama dua hari mendatang,” kata Fendi sambil tertawa.
Empat kelas bahan bakar dipertandingkan. Kategori kendaraan listrik berbasis baterai menjadi sorotan, sementara tiga kelas lain mengandalkan motor pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/MPD) berbahan bakar bensin sawit, biosolar, serta etanol 100 persen. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi energi cleaner bagi sektor transportasi.
Baca Juga: Tim Siber UPA TIK UNEJ Berhasil Gagalkan Praktik Joki Ujian TOEFL CBEPT, 4 Pelaku Ditangkap
Sejumlah kampus besar mengirimkan lebih dari satu tim, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, ITS Surabaya, Universitas Airlangga, dan tuan rumah Universitas Jember. Sementara partisipasi dari barat hingga timur Indonesia juga hadir, mulai Universitas Syiah Kuala (Aceh) hingga Universitas Hasanuddin (Sulawesi).
Ario Sunar Baskoro, Koordinator Juri KMHE 2025 dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa konsep lomba berbeda dari ajang balap kecepatan seperti Formula 1.
“Kendaraan dilepas satu per satu. Yang dinilai adalah capaian efisiensi tertinggi yaitu kilometer per liter atau kilometer per kilowatt-hour. Mereka diberi lima kesempatan,” terangnya.
Baca Juga: Gandeng UNEJ, Bupati Jember Gus Fawait: Ini Kerja Sama Strategis Demi Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Kontes ini dapat ditonton masyarakat secara gratis. Namun panitia menegaskan pentingnya keamanan jalur balap kompetisi.
“Silakan hadir, tapi tetap patuhi batas yang ditentukan agar tidak mengganggu jalannya perlombaan,” kata Fendi.