Kamis, 4 Juni 2026

4 Pelaku Diamankan! UNEJ Bongkar Modus Kasus Perjokian Tes CBEPT

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Senin, 20 Oktober 2025 | 19:53 WIB
Kepala UPA TIK Universitas Jember, Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP, M.Eng., Ph.D., didampingi oleh UPA Bahasa Prof Hairus Salikin M.Ed, saat gelar press conference. (SketsaNusantara.id/Gita Pamuji)
Kepala UPA TIK Universitas Jember, Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.TP, M.Eng., Ph.D., didampingi oleh UPA Bahasa Prof Hairus Salikin M.Ed, saat gelar press conference. (SketsaNusantara.id/Gita Pamuji)

 

SketsaNusantara.id– Universitas Jember (UNEJ) berhasil membongkar kasus perjokian dalam Ujian Tes Kemampuan Bahasa Inggris Berbasis Komputer (Computer Based English Proficiency Test – CBEPT).

Dalam operasi penindakan tersebut, empat pelaku berhasil diamankan, terdiri dari mahasiswa, alumni, dan perantara (makelar).

Kasus ini diungkap langsung oleh Kepala Unit Pelaksana Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) UNEJ, Prof. Bayu Taruna, bersama Kepala UPA Bahasa, Prof. Hairus Salim.

Baca Juga: Tim Siber UPA TIK UNEJ Berhasil Gagalkan Praktik Joki Ujian TOEFL CBEPT, 4 Pelaku Ditangkap

Mereka menjelaskan, temuan ini bermula dari kejanggalan pada hasil ujian beberapa peserta yang dinilai mencurigakan.

“Ada mahasiswa yang tampak tidak melakukan apa-apa, tapi hasil ujiannya penuh. Dari situ, kami mulai melakukan tracing dan menemukan adanya aktivitas joki,” kata Prof. Bayu, Senin 20 Oktober 2025.

Selanjutnya kata dia, dari penelusuran tim UPA TIK, modus utama perjokian dilakukan melalui pembagian kata sandi (sharing password).

Mahasiswa yang meminta bantuan dalam ujian menyerahkan kredensial akun CBEPT mereka kepada penjoki, sehingga si penjoki dapat mengakses sistem dari luar kampus.

“Sistem kami berbasis intranet dan sudah mencatat semua aktivitas melalui log, termasuk IP address dan perangkat yang digunakan. Namun, karena ada mahasiswa yang membagikan user ID dan password, sistem itu bisa ditembus,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, sistem keamanan CBEPT telah dilengkapi dengan pelacakan sumber akses hingga alamat IP. Hal ini memungkinkan tim IT mendeteksi lokasi perangkat penjoki meski mereka berpindah-pindah tempat.

Penindakan dilakukan setelah tim mengantongi cukup bukti digital. Sejumlah penjoki ditangkap di berbagai lokasi, mulai dari area fakultas hingga kafe di sekitar kampus.

“Kami sengaja bergerak tanpa seragam agar tidak dicurigai. Saat mendekati salah satu penjoki, kami temukan dia sedang membuka aplikasi CBEPT. Langsung kami dekati dan amankan,” paparnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X