SketsaNusantara.id – Presiden RI Prabowo berikan kebijakan terkait alokasi uang sitaan dari korupsi Cride Palm Oil (CPO).
Pada Senin, 20 Oktober 2025, di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, dengan disaksikan Prabowo, uang diserahkan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dimana uang sitaan hasil korupsi CPO tersebut berjumlah sekitar Rp13,2 triliun.
Baca Juga: Prabowo Ingin Uang Korupsi Dipakai untuk Beasiswa LPDP, Purbaya Sebut Belum Bisa Sekarang
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo Subianto menginstruksikan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengalokasikan dana korupsi tersebut.
Hal itu Prabowo sampaikan saat berpidato pada sidang kabinet paripurna di istana negara pada Senin, 21 Oktober 2025.
Bahwa sebagian dari uang sitaan kasus korupsi Crude Palm Oil (CPO) senilai sekitar Rp13 triliun akan ia anjurkan untuk memperkuat dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Baca Juga: Reformasi Belum Tuntas, Purbaya Ungkap Korupsi Daerah Masih Subur
"LPDP akan saya tambahkan, uang dari sisa efisiensi dari penghematan, uang-uang yang kita dapet dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP," ungkap Prabowo.
"Mungkin yang Rp 13 Triliun disumbangkan atau diambil jaksa agung hari ini diserahkan kepada menteri keuangan kita taruh di LPDP," tegasnya.
Presiden Prabowo menekankan bahwa alokasi dana sitaan korupsi ke LPDP adalah bentuk investasi besar pemerintah untuk mengejar ketertinggalan bangsa dari negara lain dalam bidang pendidikan dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.
Baca Juga: Datangi Kantor Dirjen Pajak, Purbaya Yudhi Sadewa Dapati Pegawainya yang Pound Fit di Kantor
Ia menambahkan, penguatan LPDP diharapkan dapat menambah kuota beasiswa bagi pelajar-pelajar terbaik Indonesia.
Prabowo secara khusus meminta agar beasiswa diprioritaskan untuk bidang kedokteran dan sains serta menggagas pendirian SMA Garuda dengan tujuan membentuk daya saing pelajar Indonesia di tingkat global.***