SketsaNusantara.id – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa program Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp 900.000 mulai dicairkan.
BLTS serentak cair mulai hari ini, Senin 20 Oktober 2025 dimana bantuan ini disalurkan kepada 35,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bantuan tersebut merupakan rapelan untuk alokasi tiga bulan, yakni periode Oktober, November, hingga Desember 2025.
"BLTS 3 bulan itu adalah hasil dari efisiensi anggaran yang pemerintah laksanakan di awal tahun ini," ungkap Seskab Teddy Indra Wijaya dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Jadi totalnya tadi untuk 35,4 juta keluarga penerima manfaat itu Rp 30 triliun," imbuhnya.
Dalam keterangannya, Seskab Teddy Indra Wijaya secara tegas menjelaskan bahwa total anggaran BLTS yang mencapai lebih dari Rp 30 triliun ini dialokasikan dari hasil efisiensi belanja yang telah dilaksanakan oleh pemerintah pada awal tahun ini.
Baca Juga: Prabowo Tegur Polisi dan Jaksa agar Stop Kriminalisasi Rakyat Kecil dan Pakai Hati Nurani
“Itu dapatnya dari mana? Dapatnya dari efisiensi anggaran yang sudah dilaksanakan pemerintah awal tahun lalu, dan inilah kenapa kita melakukan efisiensi. Jadi, apa yang belum perlu, apa yang belum tercapai, kita alihkan ke sini,” tegasnya lagi.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima total Rp 900.000, yang merupakan akumulasi dari Rp 300.000 per bulan selama tiga bulan.
Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat yang terdata dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4 yakni kelompok masyarakat rentan hingga miskin.
Seskab Teddy menegaskan bahwa inilah tujuan pemerintah selama ini melakukan efisiensi adalah mengalihkan dana negara kepada hal-hal yang jauh lebih penting.
Dengan target 35,4 juta KPM, diperkirakan BLTS ini dapat menjangkau sekitar 140 juta jiwa masyarakat Indonesia.***