“Apa kabar kondisi korban? Sumpah ya, gila. Orang udah mati masih dibela,” tulis akun @jisungoreng.
“Sekarang aja lu semua ngomong soal mental health pelaku, tapi Timmy udah mati. Dia bahkan masih dihina setelah meninggal,” timpal akun @oiranohime.
Namun ada juga yang menilai bahwa tindakan main hakim sendiri di media sosial tidak bisa dibenarkan.
“Hapus gak? Lu paham gak sih yang dipermasalahin itu adalah empati. Ngata-ngatain korban setelah dia meninggal itu salah besar,” tulis akun @emenggalak.
Kasus meninggalnya Timothy Anugerah Saputra kini masih menyisakan luka mendalam, baik bagi keluarga, rekan kampus, maupun masyarakat luas. Publik berharap Universitas Udayana bersama pihak berwenang segera mengusut tuntas penyebab kematian mahasiswa 2022 itu, agar tidak ada lagi korban lain akibat perundungan di dunia pendidikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!