SketsaNusantara.id — Kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, terus menjadi perhatian publik. Timothy ditemukan meninggal dunia pada 15 Oktober 2025 setelah diduga melompat dari lantai dua Gedung FISIP kampusnya di Denpasar.
Dugaan kuat menyebutkan bahwa ia mengalami tekanan berat akibat kasus perundungan (bullying) yang dilakukan rekan-rekan sebayanya.
Di tengah duka mendalam, publik kini dibuat haru setelah beredarnya unggahan lama di akun Instagram milik Timothy, @8_11_timothyanugerah, yang memperlihatkan rencana kuliah dan cita-citanya selama menjadi mahasiswa.
Unggahan bertajuk “Rencana Kuliahku” itu diunggah pada 6 Agustus 2022, tak lama setelah ia resmi diterima sebagai mahasiswa Program Studi Sosiologi di Unud.
Dalam catatan sederhana namun sarat makna itu, Timothy menuliskan langkah-langkah yang ingin ia capai selama delapan semester kuliah.
Mulai dari semester pertama, ia menulis tekadnya untuk “belajar keadaan sekeliling kuliah” dan “mengenalkan diri ke sesama mahasiswa.”
Pada semester dua dan tiga, ia menulis rencana untuk “mencari teman,” “mengikuti organisasi,” hingga “mengikuti pertandingan.”
Namun yang membuat publik trenyuh, niat untuk ‘mencari teman’ ditulis dua kali oleh Timothy.
Banyak netizen menilai bahwa kalimat itu menjadi refleksi dari keinginan tulusnya untuk diterima dan memiliki lingkungan pertemanan yang sehat.
“Semester dua dan tiga hanya untuk mencari teman. Mungkin dia tahu akan sulit diterima,” tulis akun @alceyh_ dalam kolom komentar.
Pada semester keempat, Timothy berencana untuk aktif di organisasi nonkuliah, kemudian di semester lima dan enam ia ingin membentuk serta menjalankan organisasi sendiri.
Hingga akhirnya di semester tujuh dan delapan, ia menuliskan fokusnya untuk menyelesaikan skripsi dan karya tulis ilmiah, serta mengikuti wisuda dan mencari pekerjaan.
Sayangnya, semua rencana itu kini tinggal kenangan. Kematian Timothy yang diduga kuat akibat tekanan sosial dan ejekan dari rekan kuliah membuat publik menyoroti keras isu kesehatan mental dan budaya perundungan di lingkungan kampus.