news

Viral Menu Makan Bergizi Gratis di Depok, Isinya Kentang Rebus dan Pangsit Satu Biji, Ini Penjelasan SPPG

Rabu, 8 Oktober 2025 | 19:30 WIB
Mengintip fakta di balik menu MBG di Depok yang sempat diduga tak sesuai komposisi gizi berdasarkan standar BGN. (Instagram.com/@depokfeed)

SketsaNusantara.id - Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto menu makan bergizi gratis (MBG) untuk anak sekolah di Depok, Jawa Barat.

Dalam foto yang diunggah akun Instagram @depokfeed pada Senin, 6 Oktober 2025, tampak satu porsi menu sederhana berisi potongan kentang rebus, wortel, pangsit goreng, saus saset, dan satu buah jeruk.

Sekilas, tampilannya lebih mirip makanan ringan dibanding sajian utama yang disebut memenuhi standar makan bergizi.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Bela Program MBG di Tengah Sorotan Kasus Keracunan Ribuan Siswa

Deskripsi unggahan tersebut bahkan menulis, “Menu hari ini, menghadirkan kombinasi yang menarik dan berbeda dari biasanya. Sajian utama ditemani dengan potongan wortel segar, kerupuk renyah, dan saus kentang gurih.”

Unggahan itu sontak memicu berbagai tanggapan publik. Banyak warganet menilai menu itu tidak mencerminkan konsep “bergizi gratis” yang dijanjikan program pemerintah.

Namun, ternyata ada alasan menarik di balik sajian sederhana tersebut yang dijelaskan langsung oleh pihak dapur penyedia MBG.

Baca Juga: Polemik MBG Mencuat, DPRD Jember Beri Kritik Pedas ke SPPG: Masih Ada yang Belum Miliki Sertifikat Higienis dan Sanitasi

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mampang 1, Mustika, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menyebut menu itu hasil evaluasi dari temuan banyaknya makanan yang tidak habis dimakan siswa.

“Kami memilih menggunakan menu itu karena berdasarkan hasil analisis ahli gizi beserta tim koki dan seluruh tim kami,” ujar Mustika di Depok, Selasa, 7 Oktober 2025.

“Ketika di minggu pertama hari ketiga, tepatnya di hari Rabu itu, banyak tersisa food wasted atau sampah makanan,” sambungnya.

Menurutnya, jumlah makanan terbuang cukup besar, terutama nasi dan sayur. Hal itu mendorong tim dapur mengganti sumber karbohidrat dari nasi menjadi kentang agar lebih disukai anak-anak.

“Itu sampai lima kantong isinya nasi, sayur terbuang. Maka dari itu, kami di hari Kamis mencoba merancang menu kembali supaya anak-anak tidak bosan,” tambah Mustika.

Ia mengakui tampilan menu tersebut memang kurang menarik. Namun, menurut Mustika, kandungan gizinya tetap lengkap.

Halaman:

Tags

Terkini