SketsaNusantara.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang berinovasi dalam pelayanannya. Kali ini, sasaran peningkatan layanan lebih ditekankan kepada para penyedia jasa konstruksi.
Dinas PUPR belum lama ini mensosialisasikan SIPPP Jakon (Sistem Penilaian Performa Penyedia Jasa Konstruksi). SIPPP Jakon merupakan fitur digital yang akan merekam, menilai, dan mempublikasikan kinerja penyedia jasa konstruksi secara terbuka.
Tidak hanya penyedia Jakon, acara ini diikuti oleh seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari kecamatan hingga organisasi perangkat daerah (OPD), Total, lebih dari 240 penyedia jasa konsultan dan kontraktor ikut menyimak pemaparan teknis.
Baca Juga: Timnas Indonesia Waswas? Kondisi Ole Romeny Belum 100 Persen Jelang Hadapi Arab Saudi
Menurut Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi PUPR Jombang, Edy Yulianto, SIPPP Jakon bukan sekadar fitur tambahan, melainkan instrumen strategis untuk memastikan kualitas pekerjaan konstruksi di Jombang.
“Lewat sistem ini, setiap pekerjaan penyedia akan mendapatkan penilaian langsung dari PPK. Data penilaian tersebut terekam secara digital dan transparan, sehingga bisa menjadi acuan bagi pemerintah, masyarakat, maupun penyedia jasa sendiri,” ujar Edy.
Ia menambahkan, kehadiran SIPPP Jakon membawa keuntungan bagi banyak pihak. Disebutkan, pemerintah terbantu dalam menjaga standar kualitas infrastruktur. Penyedia jasa terdorong meningkatkan profesionalisme karena rekam jejak kinerjanya terbuka. Masyarakat memperoleh akses informasi untuk mengetahui penyedia jasa mana yang berkualitas dan berpengalaman.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep, tetapi juga diberikan pelatihan teknis. Tujuannya agar PPK dan penyedia jasa benar-benar siap mengisi, mengakses, dan memanfaatkan sistem ini tanpa kendala.
“Tidak berhenti di sosialisasi, sistem ini juga akan diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) dan Peraturan Bupati (Perbup). Artinya, SIPPP Jakon bukan hanya berlaku di Dinas PUPR, melainkan di seluruh Kabupaten Jombang,” jelas Edy.
SIPPP Jakon sendiri memiliki beberapa level akses. Ada menu khusus untuk penyedia jasa dan PPK, serta fitur terbuka yang bisa diakses masyarakat umum. Bedanya, data yang ditampilkan berbasis pada pekerjaan yang sudah selesai, bukan proyek yang masih berjalan.
Dengan adanya SIPPP Jakon, Dinas PUPR Jombang optimistis akan terwujud ekosistem konstruksi yang lebih sehat, transparan, dan berdaya saing. Penyedia tidak bisa lagi bekerja asal-asalan, sebab setiap hasil pekerjaan mereka akan dinilai dan terekam.