news

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Pajak di Berbagai Sektor Bisa 'Membunuh' Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani Auto Kena Sentil Warganet

Senin, 29 September 2025 | 07:00 WIB
Potret Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bahas soal kebijakan pajak di berbagai sektor yang membuat pertumbuhan ekonomi makin lambat (Instagram/menkeuri)

Tak sedikit pula warganet yang ikut menyentil Sri Mulyani lantaran Menkeu sebelumnya menerapkan kebijakan pajak di berbagai sektor mulai dari pajak penghasilan hingga ke sektor digital, bahkan pedagang online ikut dikenakan pajak.

"Alhamdulillah, akhirnya ada juga Menteri yang pemikirannya seperti ini. Kaya gini lhoo, bisa kasih ruang gerak rakyat. Gimana mau taat bayar pajak kalo semua dibebankan, mau dapet income dari mana kita kalo duitnya udah habis buat administrasi negara?" komentar akun @reza_poetc.

Baca Juga: Dicecar soal Pajak, Sri Mulyani Pilih Diam dan Kabur dari Pertanyaan Mahasiswa

"Setuju, pak Pur. Ini logika sederhana sebenarnya yang gagal dipahami oleh Menkeu lama," komentar @dennysirregar.

"Sri (Mulyani) udah dari dulu harusnya kaya gini. Jaman khalifah Umar Bin Abdul Aziz & Dinasti Abbasiyah juga memakai strategi penurunan pajak supaya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat & mewujudkan keadilan sosial," imbuh akun @rheorama.

"Mudah-mudahan bisa diturunin tarif pajak yang sekarang ya pak," komentar @inul.d akun Instagram milik pendangdut Inul Daratista. "Setuju pajak turun, biar omzet pendapatan rakyat bisa naik," timpal akun @nugroho16.

Baca Juga: Sri Mulyani Tegaskan Tak Ada Pajak Baru 2026, Fokus Perbaikan Layanan Administrasi dan Patuh Bayar

Tak hanya itu, Purbaya juga menilai pemerintah Presiden sebelumnya yang menjalankan kebijakan setengah-setengah.

Menkeu berupaya untuk menjalankan roda ekonomi agar tak hanya dari sektor pemerintah, namun juga swasta bisa menggerakkan roda perekonomian di Indonesia.

"Saya pernah bilang dulu di berbagai forum waktu zaman Pak SBY, private sektor doang jalannya, pemerintah dapatnya sedikit. Kalau pemerintahan kemarin itu setengah-setengah," ujar Purbaya.

"Waktu Pak Jokowi, pemerintah utamanya men-drive ekonomi tapi swastanya boleh dibilang hampir diberhentikan. Ke depannya, kita akan bantu supaya dua-dua mesin ekonomi itu jalan," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini