SketsaNusantara.id — Gempa bumi berkekuatan 5,7 Magnitudo yang berpusat di Laut Bali pada Kamis, 25 September 2025 kemarin, pukul 16.04 WIB, telah mengakibatkan kerusakan material dan korban luka di Dusun Rowo, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember.
Berdasar laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Jember, Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo menyebutkan, getaran gempa yang diikuti hujan deras sekitar pukul 16.10 WIB menyebabkan satu unit rumah milik Rodiyah (91 tahun) ambruk total.
"Sekitar pukul 16.30 WIB, Rodiyah yang sedang tertidur pulas tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimpa reruntuhan genteng," ungkapya.
Baca Juga: BPBD Jember Salurkan Bantuan Warga Sumberbaru yang Ambruk akibat Angin Kencang
Tercatat, rumah milik Rodiyah mengalami kerusakan total. Bahkan, Rodiyah mengalami luka pada bagian kepala depan dan belakang.
Indra mengungkapkan, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Jember, Dinas Sosial, Perangkat Desa, dan warga segera merespons kejadian tersebut.
"Tim BPBD tiba di lokasi pukul 20.15 WIB untuk berkoordinasi dengan Kepala Desa, melakukan assessment (penilaian), dan menyalurkan bantuan logistik," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat, 26 September 2025.
Bantuan yang didistribusikan mencakup 1 paket sembako, 1 paket lauk pauk, 1 paket tambahan gizi, dan 1 paket siap saji. Termasuk 1 paket kasur lipat, 1 buah selimut, dan 1 terpal BNPB.
"Peralatan pendukung berupa peralatan masak, peralatan makan, family kit, alat kebersihan, dan sandang juga kami sediakan," ungkapya.
Saat ini, Rodiyah telah mendapatkan penanganan medis dari tim dokter Puskesmas Mayang yang mendatangi lokasi. "Korban sementara mengungsi di rumah menantunya," katanya.
Rumah yang roboh belum dibersihkan. Rencananya, kegiatan kerja bakti pembersihan dan perbaikan akan dilakukan pada hari Jumat oleh perangkat desa dan warga setempat.
BPBD Kabupaten Jember juga merekomendasikan segera mengirim Tim Jitupasna (Perhitungan Kerugian dan Kerusakan Pasca Bencana) untuk menghitung kerugian bangunan secara detail. Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kab. Jember, Dinsos, Perangkat Desa, dan Warga.***