Minggu, 19 Juli 2026

Petakan Sejumlah Titik Rawan Bencana, BPBD Jember Imbau Masyarakat Jember Waspada Terhadap Kemungkinan Bencana

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Kamis, 11 September 2025 | 12:56 WIB
Kepala BPBD saat menunjukkan sejumlah titik rawan bencana di Jember. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Kepala BPBD saat menunjukkan sejumlah titik rawan bencana di Jember. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memberikan atensi kepada warga Jember, terkait dengan kemungkinan terjadinya sejumlah bencana pada titik rawan bencana.

Mulai kemungkinan adanya bencana banjir hingga tanah longsor di sejumlah kecamatan.

Indra Tri Purnomo, Kepala BPBD Kabupaten Jember, saat ditemui di kantornya pada Kamis, 11 September 2025, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga 17 September 2025 menjadi perhatian serius bagi mereka.

Baca Juga: Hujan Deras Beberapa Hari Terakhir Akibatkan Banyak Pohon Tumbang hingga Banjir, BPBD Jember Ingatkan Warga Waspada

Pria yang karib disapa Indra tersebut menyatakan bahwa hampir seluruh wilayah dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, memiliki titik yang rentan terhadap bencana meski dengan berbagai jenis ancaman.

"Delapan wilayah telah melaporkan insiden banjir dan longsor berdasar peringatan dari BMKG Surabaya," katanya.

"Ketika berbicara tentang area berisiko bencana, bergantung pada jenis bencananya. Namun, bisa dipastikan bahwa hampir semuanya memiliki titik rawan di 31 kecamatan," paparnya.

Baca Juga: Mengaku Lebih Mudah, Guru Ngaji Penerima Honorarium Berikan Apresiasi ke Pemkab Jember

Setidaknya, BPBD Jember telah melakukan pemetaan untuk lokasi yang berisiko banjir. Yakni, meliputi Kecamatan Silo, Sumberjambe, Sumberbaru, Ledokombo, dan Tempurejo.

Sementara itu, daerah yang terdampak tanah longsor berada di Kecamatan Silo, Jelbuk, Panti, dan Sumberbaru.

BPBD Kabupaten Jember juga telah melaksanakan berbagai tindakan pencegahan untuk menghadapi ancaman bencana. Mereka terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai media komunikasi, termasuk sosial media dan tim lapangan.

Baca Juga: Penerbangan Komersil 18 September 2025, Dishub: Harga Tiket Jember-Jakarta Sangat Ekonomis

"Kami telah memberikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial serta dari rekan-rekan yang bertugas di lapangan melalui tim Tagana dan relawan yang ada," ujar Indra.

BPBD juga menggandeng perangkat desa untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi darurat kepada warga.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X