"Lalu kemudian apa lagi, bicara tentang UPF jadi kenapa Anda lihat itu yang sering ditayangkan oleh SPPG itu biasanya cuma hitung-hitungan kalori,"
Baca Juga: 85 Dapur MBG Belum Bersertifikat hingga Terjadi Keracunan, Jeje Bupati Bandung Barat Tutup Dapur MBG
"kalorinya cukup tapi kualitasnya, ya anak sekarang ngomongnya katanya kualitasnya ngehe," imbuhnya.
Pengakuan Dokter Tan Shot Yen itu lantas menuai beragam tanggapan dari netizen.
"Emang pasti yang disalahin pertama ahli gizi, banyak temen ahli gizi kerja di mbg baru 1-2 hari juga mau resign, kenapa? Karena vendor sama yayasan licik, bahan bakunya beli asal asalan, dapur gak sesuai standar, budget banyak yang dipotong lagi. Mending berhentiin aja programnya," komentar netizen.
Baca Juga: Viral! Menu MBG di Banyumas Cuma Kacang Rebus dan Roti Tawar, Netizen: Starter Pack Mau Main Gaple
"yg d butuhkan itu pengawas vendor sih kl ahli gizi, d semua dapur mbg ada. cuma banyak vendor yg curang," tulis netizen.
"Ahli gizi gak salah,krn dia menilai berdaarkann ilmu dia. yg salah vendor dan dapurnya. ngakalin menu dan bahan baku. asal asalan. percuma kalo ahli gizi bilang jangan lakukan tp dapur tetep lakukan pasti hancur masakannya. anak2 jadi korban. STOP MBG," ucap netizen.
"Ya wajar. Kepala BGN selaku ketua pelaksananya saja bukan lulusan kedokteran gizi, tapi lulusan hama dan penyakit tumbuhan; dan entimologi yg mempelajari tentang serangga. Apa relevansinya dgn makanan² bergizi dan tumbuh kembang anak???" kata netizen.
"Petinggi bgn itu latar belakang banyak yang gak dari ilmu gizi. Dan parahnya lagi kepala sppg berlatar belakang yang kebanyakan bukan dari ilmu gizi dan malah dapat pelatihan militer lebih banyak ketimbang implementasi terkait keamanan pangan, pelatihan militer untuk apa?," timpal netizen yang lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!