Minggu, 19 Juli 2026

Cek Fakta: Benarkah MBG Bisa Bikin Pintar Matematika dan Bahasa Inggris? Ini Penjelasan dari BGN dan Wamen Stella

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi, MBG bisa membuat anak pintar Matematika dan Bahasa Inggris. (Instagram/badangizinasional.ri)
Ilustrasi, MBG bisa membuat anak pintar Matematika dan Bahasa Inggris. (Instagram/badangizinasional.ri)

SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan publik setelah pernyataan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek), Stella Christie.

Ia menyebutkan bahwa MBG tidak hanya menyehatkan, tetapi juga bisa membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan matematika dan bahasa Inggris.

Pernyataan tersebut menimbulkan beragam reaksi. Sebagian publik bertanya-tanya, benarkah makan bergizi bisa berpengaruh langsung terhadap kecerdasan akademis, khususnya dalam bidang berhitung dan berbahasa asing?

Baca Juga: Kisah Supplier Ikan Pemasok Program MBG Berhasil Kembangkan Usaha Berkat KUR BRI

Untuk menjawab keraguan itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberi penjelasan lebih rinci mengenai maksud dari pernyataan Wamen Stella.

Dadan menuturkan bahwa dirinya sudah sempat bertemu dengan Stella dan memahami konteks yang dimaksud.

“Maksudnya Bu Stella, saya kemarin ngobrol, mengatakan bahwa pada saat anak-anak disajikan makanan, itu dapat dijadikan media untuk sekaligus pembelajaran, yaitu akan meningkatkan intelektualitas,” ujar Dadan di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 17 Agustus 2025.

Baca Juga: Muncul Kasus Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Kini Program Unggulan Prabowo Subianto Diberikan Dalam Bentuk Bahan Mentah: Dana Gak Mencukupi?

Ia menjelaskan lebih jauh bahwa menu MBG yang beragam bisa dijadikan sarana pengenalan materi sederhana bagi siswa.

Misalnya, saat makanan disajikan, guru bisa mengaitkannya dengan hitungan sederhana atau kosakata bahasa Inggris.

Dadan mencontohkan buah jeruk atau ikan yang bisa dijadikan bahan permainan edukatif di kelas. Anak-anak dapat diminta menyebutkan nama buah dalam bahasa Inggris, atau menghitung jumlah nasi yang ada di piring mereka.

Dengan demikian, program MBG bukan sekadar memberi nutrisi, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual.

Menurut Dadan, pendekatan ini sejalan dengan metode pendidikan kreatif yang memanfaatkan benda sehari-hari sebagai alat bantu belajar.

Sebelumnya, Stella Christie menyampaikan hal serupa saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X