news

Perusahaan Asal Jepang Ekspansi Bisnis ke Jember, CEO PT Nankai Indonesia Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 24 September 2025 | 14:17 WIB
Peninjauan lokasi produksi PT Nankai Indonesia (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Perusahaan asal Jepang PT Nankai Indonesa melakukan investasi besar di Kabupaten Jember, dengan membuka pabrik baru.

PT Nankai Indonesia bergerak di bidang industri kayu, yang dipasarkan dari Jepang hingga ke Eropa dan Amerika.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Jember Juprionon mengatakan, dengan adanya PT Nankai Indonesia di Jember menjadi salah satu langkah investasi yang baik.

Baca Juga: Pemkab Jember Tegaskan Kemiskinan Absolut Turun 0,34 Persen, Plt Kadiskominfo: Adanya Pertumbuhan Ekonomi

Di sisi lain, adanya peruhasaan kayu ini bisa membuka lapangan pekerjaan yang besar dan meningkatkan pendapatan daerah.

"Dengan perusahaan ini kami berharap bisa berjalan dengan baik, dengan membuka lapangan pekerjaan yang besar. Mulai dari hulu dan hilirnya agar bisa bersinergi nantinya," ujarnya saat dikonfirmasi usai peresmian di Kecamatan Silo, Rabu, 24 September 2025.

Saat ini jumlah produksi di awal, PT Nankai Indonesia masih sekitar 30 persen kapasitas produksinya dan baru bisa menyerap sekitar 100 orang tenaga kerja.

Baca Juga: Pemkab Jember Salurkan Ratusan Operasi Pemasangan Alat Kontrasepsi di RSD Balung

"Nanti jika kapasitasnya sudah 100 persen, maka hampir seluruh tenaga kerjanya akan diserap dari masyarakat sekitar perusahaan ini," imbuhnya.

"Memang kebutuhan dari PT Nankai Indonesia ini mencapai 250-300 pekerja," paparnya.

Jupriono juga menyampaikan, jika Kabupaten Jember sangat ramah terhadap investor yang akan membuka bisnisnya di sini.

Baca Juga: Kecelakaan Bus di Probolinggo, Pemkab Jember Siapkan 3 Rumah Sakit Daerah Bantu Perawatan Korban

"Ini bentuk kepercayaan dari investor, yang sudah memilih Jember sebagai lokasi pabriknya. Ini menunjukan bahwa di Jember sangat ramah terhadap investasi masuk," jelasnya.

"Untuk total investasi yang sudah masuk hingga kini, selama tahun 2025 mencapai Rp2 triliun," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini