SketsaNusantara.id - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Universitas Sriwijaya (UNSRI) kepengurusan 2025 angkat bicara terkait video kegiatan kemahasiswaan yang belakangan viral.
Dalam video klarifikasi yang diunggah akun Instagram @kementerian_kurangajar pada 23 September 2025, Ketua Himateta beserta sejumlah senior yang terlibat dalam kegiatan perpeloncoan tersebut menyampaikan permohonan maaf.
Secara bergantian, pengurus Himateta UNSRI mengucapkan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Journalism 360 CoreLab Promedia 2025 Sapa Mahasiswa Unesa Surabaya, Bekal Karier di Era Digital
Seperti yang diketahui, pada 21 September 2025 beredar video yang memperlihatkan kegiatan mahasiswa baru (maba) UNSRI Indralaya.
Dalam video tersebut, terlihat para mahasiswa dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswi baru itu dipaksa untuk saling mencium kening.
Dikutip SketsaNusantara.id dari Instagram @kementerian_kurangajar, kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu, 20 September 2025.
Menanggapi kehebohan tersebut, Ketua Umum Himateta Ivandi Cesario Amar memberikan penjelasan.
Mewakili panitia dan Himateta UNSRI, Ivandi mengakui kesalahan yang mereka lakukan saat kegiatan penyambutan maba tersebut.
Ia pun menyampaikan penyesalan mendalam serta menyatakan siap menerima sanksi yang diberikan pihak kampus.
Baca Juga: Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa UIN KHAS Jember Berikan Konseling ke Puluhan Remaja Banyuwangi
“Kami mengucapkan beribu-ribu minta maaf, kami menerima konsekuensi yang diberikan pihak kampus,” ujar Ivandi sebagaimana dikutip dari Instagram @kementerian_kurangajar.
Selain meminta maaf, Ivandi juga mengungkapkan kronologi hingga alasan di balik perintah saling cium kening tersebut.