SketsaNusantara.id - Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), telah ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy.
Penunjukan ini diumumkan secara resmi oleh Bloomberg New Economy di laman media sosial resminya, dimana dewan ini disebut dibentuk untuk memberikan masukan strategis di tengah perubahan besar dalam perdagangan, investasi, teknologi, dan krisis iklim.
Jokowi disebut masuk jajaran 22 anggota dewan penasehat organisasi tersebut yang berasal dari beberapa negara.
Lalu apa itu Bloomberg New Economy? Dilansir dari SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, Bloomberg New Economy adalah sebuah platform global dialog dan pertukaran wacana mengenai transformasi ekonomi di pasar berkembang.
Platform ini sendiri didirikan pada tahun 2018 oleh Michael Bloomberg sebagai pendiri Bloomberg LP dan Dewan Penasehat Global sendiri baru dibentuk pada April 2025.
Tujuan forum ini adalah untuk mendorong dialog dan kolaborasi antara para pemimpin dunia dari sektor publik dan swasta guna mencari solusi atas tantangan terbesar yang dihadapi perekonomian global yang dihadapi dunia.
Fokus utama mereka adalah pada isu-isu ekonomi yang sedang berkembang, khususnya pergeseran kekuatan ekonomi dari Barat ke Timur dan dari Utara ke Selatan.
Anggota dewan penasehat dipilih dari individu dengan pengalaman tingkat tinggi di bisnis, pemerintah dan organisasi multilateral.
Sebagai anggota Dewan Penasihat Global, tugas utama Jokowi adalah memberikan masukan strategis dan panduan untuk mengatasi tantangan global yang semakin kompleks.
Dewan ini beranggotakan figur-figur berpengalaman di level tertinggi dari dunia bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral.
Kehadiran para anggota diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas sektor publik dan swasta untuk membangun kemakmuran global.
Sementara itu dalam profil resminya, Jokowi disebut sebagai figur politikus, insinyur, dan pengusaha.