SketsaNusantara.id – Guru adalah profesi akademis yang selalu berkembang sesuai perkembangan zaman. Guru harus mampu merekamnya dalam sebuah tulisan. Agar pengalaman berharga itu menjadi abadi.
Itu menjadi spirit bersama para peserta Workshop Penulisan Karya Tulis Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Acara digelar di Aula KBIH Al-Kautsar Dempok Diwek, Jombang, Kamis 18 September 2025.
Kegiatan setidaknya diikuti 70 peserta anggota Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Diwek. Mereka berasal dari pendidik pada kelompok bermain (KB), tempat penitipan anak (TPA) dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).
Menurut Luluk Arikah, Ketua Himpaudi Diwek, workshop digelar agar praktik terbaik (best practise) yang selama ini hanya terjadi di kelas bisa terdokumentasikan. "Bahkan bisa dibagikan dan menjadi inspirasi bagi guru lainnya," ujarnya.
Perempuan berkacamata ini menegaskan pentingnya guru PAUD untuk percaya diri dalam menulis. “Pengalaman berharga di kelas harus ditulis dan disebarluaskan. Dengan begitu, bisa menjadi referensi sekaligus motivasi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini,” imbuhnya.
Anggota DPRD Jombang yang hadir, Hj. Fatimah ZB, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan. "Melainkan wadah silaturahmi dan penguatan solidaritas antarpendidik," ujarnya.
"Kami di DPRD siap memfasilitasi, baik dari segi anggaran maupun kebutuhan lainnya, agar kesejahteraan guru PAUD semakin meningkat,” tegasnya.
Dalam workshop ini, Mukani hadir sebagai narasumber. Dia memberikan panduan praktis penulisan best practice. Mulai dari menemukan masalah di kelas, menyusun solusi, menjelaskan proses pembelajaran hingga merumuskan hasilnya.
"Guru PAUD tidak boleh minder untuk menulis. Setiap pengalaman mendidik adalah ilmu berharga," ujar dosen STAI Darussalam Nganjuk ini.
Dengan menulis, lanjutnya, guru ikut membangun budaya literasi. "Terutama dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan,” pesannya.
Pria yang sudah menulis 35 buku ber-ISBN ini memotivasi peserta dalam hal menulis. "Tidak ada yang sulit menulis bagi para guru, yang rumit itu pikiran kita sendiri," ujarnya.