SketsaNusantara.id – Komeng kembali mencuri perhatian publik. Komedian bernama lengkap Alfiansyah Bustami yang terpilih jadi Anggota DPD RI dari Jawa Barat (Jabar) itu tampil dengan gaya khasnya dalam rapat resmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Dalam kesempatan itu, Komeng menyampaikan keresahan mengenai deforestasi yang menjadi masalah serius dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
Menariknya, Komeng menyampaikan pendapatnya dengan bercandaan kocak seraya menyindir pemerintah untuk mencari solusi atas permasalahan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Ia membuka pembicaraan dengan sapaan unik, menyebut Kemenhut sebagai "kementerian sering ulang tahun", melontarkan candaan dibalut komedi yang sukses memecah ketegangan saat rapat berlangsung.
"Saya Komeng dari Jabar. Saya lahir dan besar di Jakarta, tapi pemerintah selalu menjabarkan akhirnya saya pilih dapil Jabar," kata Komeng dikutip SketsaNusantara.id dari video rapat yang diunggah di kanal YouTube DPD RI pada hari Rabu, 17 September 2025.
"Alhamdulillah dan terima kasih saya bisa bertemu dengan Kementerian yang sering ulang tahun, Kemenhut. Sebuah kementerian yang tugasnya tidak ada urusan dengan kesehatan, tapi menjaga paru-paru. Bukan cuma paru-paru manusia tapi paru-paru dunia," imbuhnya yang disambut tepuk tangan dari peserta rapat.
"Wah, saya kaya anggota dewan nih, semua pada tepuk tangan," kelakar Komeng yang membuat sebagian besar orang dalam ruangan rapat ikut tertawa.
Komeng menyoroti persoalan deforestasi yang berdampak luas, termasuk pada masalah banjir di Jakarta. Ia menyayangkan karena selama ini Jawa Barat sering kali disalahkan sebagai penyebab banjir kiriman di Jakarta.
Menurutnya, Jakarta sendiri telah kehilangan banyak kawasan hijau yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air. Komeng sentil Kemenhut yang harus lebih fokus mengatasi deforestasi, apalagi masalah ini ikut berdampak pada ekosistem dan kehidupan satwa di kawasan tersebut.
Ayah 3 anak itu juga berkelakar soal "hewan hutan masuk tol", guyonan yang merujuk pada kemacetan di Jakarta. Ia menyinggung lahan terbuka untuk serapan air yang semakin berkurang dan menjadi penyebab banjir di ibukota.
"Dari Jabar sendiri cuma mohon perlindungan, masalah deforestasi. Makin hilangnya lahan hutan. Seperti di Ciamis, hutan adat sudah hampir hilang dan permasalahannya kadang-kadang ada di Jakarta, tapi kita selalu yang disalahkan," tuturnya.