SketsaNusantara.id - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Manfud MD memberikan apresiasi atas reshuffle kabinet pada 8 September 2025 lalu.
Menurutnya, keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot sejumlah menteri merupakan langkah cepat dalam merespons gelombang unjuk rasa yang digelar pada akhir Agustus 2025 lalu.
Selain itu, Mahfud MD juga menyoroti keputusan Prabowo mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurutnya keputusan tersebut merupakan salah satu bentuk respons pemerintah terhadap keresahan publik akhir-akhir ini.
“Mantap, dua jempol,” ujar Mahfud MD dalam podcast bersama Denny Sumargo yang diunggah di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo tanggal 11 September 2025.
Pria asal Mandura ini menambahkan, banyak dorongan dari publik untuk reshuffle kabinet lantaran ada beberapa pejabat yang dinilai tak profesional hingga terindikasi tindak pidana.
“Kita semua mendorong reshuffle, karena ada pejabat yang dinilai tidak profesional, ada yang bermasalah secara politik bahkan ada indikasi tindak pidana,” terangnya.
Kendati demikian, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menilai reshuffle kabinet pada 8 September 2025 barulah awal.
Ia pun menduga bakal ada perombakan menteri jilid 2 dalam waktu dekat.
“Mungkin Oktober (2025) nanti ada reshuffle lagi, karena masih banyak pejabat yang belum memenuhi syarat kompetensi maupun integritas,” imbuhnya.
5 Kementerian yang Di-reshuffle oleh Prabowo Subianto