SketsaNusantara.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan publik. Baru sehari menjabat, ia sudah menghadapi desakan mundur dari berbagai pihak karena ucapannya yang dinilai kontroversial.
Kritik terhadap Purbaya mencuat setelah aksinya saat menanggapi tuntutan mahasiswa Universitas Indonesia terkait 17+8 Tuntutan Rakyat.
Ia menyebut belum mempelajari isi tuntutan tersebut dan menilai hal itu hanya berasal dari sebagian kecil rakyat Indonesia. Pernyataan tersebut memicu protes hingga demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 9 September 2025.
Presenter dan mantan anggota DPR RI, Tantowi Yahya, ikut menanggapi situasi ini. Dalam unggahan di Instagram pribadinya pada Kamis, 11 September 2025, ia menulis,
“Bukan karena kinerjanya tapi karena ucapan dan gaya bicaranya, Purbaya sebagai Menkeu baru habis dirujak publik.”
Menurut Tantowi, Purbaya tetap menunjukkan gaya bicara apa adanya meski sudah meminta maaf. Ia bahkan menyebut saat rapat perdana bersama Komisi XI DPR RI, gaya komunikasinya tidak berubah.
“Raker pertamanya dengan Komisi XI DPR RI tanggal 10 September 2025 ternyata mempertegas siapa dirinya. Purbaya kembali bicara apa adanya, tanpa basa-basi dan rasa takut karena tahu betul apa yang harus dia lakukan sebagai menteri keuangan, jabatan teramat ‘sakral’ di negeri ini,” tulis Tantowi.
Tantowi menggambarkan suasana rapat tersebut membuat sejumlah pejabat yang mendampingi Purbaya tampak tidak nyaman.
Para wakil menteri dan pejabat eselon satu terlihat canggung, bahkan mungkin ada yang tidak sepakat dengan pilihan Presiden.
Lebih lanjut, Tantowi menilai gaya komunikasi Purbaya berbeda dari pejabat pada umumnya.
Menurutnya, bahasa yang digunakan lebih dekat dengan bahasa pasar dibanding istilah ekonomi. Ia menambahkan, angka statistik mungkin menunjukkan hal positif, tetapi kondisi riil di masyarakat berbicara sebaliknya.
Meski demikian, Tantowi mengungkap keyakinan bahwa Purbaya bisa memberikan perubahan. Ia menyebut publik perlu memberi kesempatan bagi Menkeu baru itu untuk membuktikan kinerjanya.