news

Mahasiswi ITB Ciptakan Gitar Unik dari Karuun, Rotan Fleksibel yang Disulap Jadi Instrumen Musik Inovatif

Senin, 8 September 2025 | 12:00 WIB
Nidewi Aruman merayakan kelulusan di ITB dengan membawa gitar karuun hasil Tugas Akhirnya. (Instagram/arumands)

SketsaNusantara.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui karya inovatif mahasiswanya. Kali ini datang dari Nidewi Aruman, mahasiswi Program Studi Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Ia berhasil merancang gitar akustik berbahan dasar karuun, yaitu rotan yang telah diproses ulang menjadi lembaran atau vinir.

Karya tersebut menjadi bagian dari Tugas Akhir (TA). Aruma, sapaan akrabnya, yang sekaligus memperlihatkan kolaborasi apik antara seni, sains, dan teknologi material.

Baca Juga: Heboh Tunjangan Rumah Anggota DPRD Capai Puluhan Juta, Provinsi DKI Jakarta Tertinggi, Setara Motor XMAX Baru!

Keunikan penggunaan karuun tidak hanya memberikan sentuhan estetis, tetapi juga membuka potensi baru dalam industri instrumen musik di Indonesia.

Aruma dikenal sebagai musisi yang aktif berkarya dan sering tampil di berbagai pertunjukan musik. Pengalaman pribadinya di dunia musik menjadi sumber inspirasi utama dalam merancang proyek Tugas Akhir.

“Gitar itu instrumen paling diminati di dunia. Aku sendiri juga sering manggung pakai gitar. Jadi karya ini bukan hanya sekadar akademik, tapi bisa aku pakai langsung di panggung,” ujar Aruma, dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi ITB.

Baca Juga: Tragedi Berlanjut: Icang Faisal Korban Congkel Mata yang Viral Kini Berpulang Karena Kecelakaan

Latar belakang tersebut membuatnya ingin menghasilkan karya yang tidak hanya sebatas memenuhi syarat akademis, melainkan juga relevan dengan kehidupannya sehari-hari sebagai musisi.

Sebelum ini, karuun lebih sering dimanfaatkan dalam industri furnitur sebagai bahan yang dianggap ramah lingkungan. Namun, penggunaannya untuk instrumen musik masih jarang dieksplorasi. Aruma melihat celah ini dan mencoba menghadirkannya dalam bentuk gitar akustik.

Hasil risetnya menunjukkan bahwa karuun memiliki keunggulan dibanding kayu konvensional. Bahan tersebut menjadikan gitar lebih enteng, lentur, dan memungkinkan terciptanya desain bodi gitar yang lebih beragam.

Baca Juga: Pemkab Jember Kembali Gelar Hyang Argopuro Festival IX di Desa Wisata Adat Arjasa, Usung Tema Mawar, Kenongo dan Kanthil

“Karena karuun lebih elastis dan fleksibel, gitar bisa dibentuk dengan kurva yang lebih banyak. Itu penting, bukan cuma buat tampilan, tapi juga buat kenyamanan main,” jelasnya.

Perakitan gitar dari bahan karuun ini dilakukan dalam kurun waktu sekitar satu tahun. Pada enam bulan pertama, Aruma melakukan studi gestur permainan gitar, termasuk mempelajari lekukan, ketebalan, hingga detail ergonomi yang mendukung kenyamanan pemain.

Halaman:

Tags

Terkini