Selanjutnya, ia bekerja sama dengan musisi serta sound engineer guna melakukan uji kualitas akustik pada gitar rancangannya. Validasi ini penting agar hasil akhirnya tidak hanya indah secara visual, tetapi juga berfungsi optimal sebagai instrumen musik.
Meski proyek ini cukup kompleks, Aruma mengaku tidak merasa terbebani. Baginya, proses berkarya ini sangat personal karena berangkat dari hobi dan kecintaannya pada musik.
“Bagi aku, ini bukan soal mengejar label inovasi. Ini sesuatu yang personal, aku suka, jadi dikerjakan dengan hati. Karena itu, meski rasanya berat, tapi aku tidak terbebani sama sekali,” ungkapnya.
Ungkapan tersebut menunjukkan tekad mahasiswa ITB untuk menciptakan karya yang tidak hanya bermanfaat di ranah akademik, tetapi juga memiliki nilai praktis sekaligus emosional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Disindir Nikmati Uang Tambang PT Freeport Indonesia Melalui Penampilannya di Pestapora 2025, Sal Priadi Tegaskan Akan Sumbangkan ke...
Rieke Diah Pitaloka Blak-blakan Ungkap Alasannya Terjun ke Politik hingga Jadi Anggota DPR saat Kariernya di Dunia Hiburan Bersinar
Nasib Adies Kadir Setelah Dinonaktifkan Golkar, Bahlil Pastikan Semua Hal ini
Menteri Amran Bongkar 212 Merek Beras Premium Tak Sesuai Standar, Tegaskan Perang Lawan Mafia Pangan hingga Pupuk Palsu yang Rugikan Petani
Penguatan Kualitas Guru TPQ, BKPRMI - LKNU Jombang Bangun Kolaborasi
Banyak Band dan Musisi Batal Tampil di Pestapora, Netizen Singgung Masalah Sponsor hingga PT Freeport Indonesia di Papua