“Kenapa gue menggunakan filter merah putih? Karena gue mendukung persatuan Indonesia. Bukan artinya gue ingin menyebrang. Gue dari awal fokus dengan substansinya, yaitu 17+8 tuntutan rakyat,” ungkapnya dalam video singkat yang ia bagikan dan dikutip oleh SketsaNusantara.id.
Lebih lanjut, Denny menyoroti bahwa polemik warna justru bisa mengaburkan tujuan utama dari gerakan rakyat.
Menurutnya, yang harus diperjuangkan adalah esensi dari 17+8 tuntutan rakyat, bukan perdebatan mengenai simbol semata.
“Kalau masalah warna, sudah gue jelaskan. Gue punya pilihan gue sendiri. Kenapa merah putih? Karena gue gak mau kontroversi, dan menurut gue itu adalah lambang perwakilan negara kita, Indonesia yang bersatu,” tegas Denny.
Pernyataannya mencerminkan sikap untuk tetap berada pada jalur persatuan, tanpa terjebak dalam polarisasi simbol yang bisa memecah belah dukungan publik.
Meski begitu, ada juga yang melontarkan kritik, menyebut Denny sekadar mencari perhatian atau bahkan menyematkan julukan “pick me”. Namun, ia menanggapinya dengan tenang.
“Gue dikatain pick me, Rusia, Cina, apalah macam-macam. Gue gak apa-apa, gue telan. Tapi kalian harus ingat, yang paling penting dari ini semua bukan hanya perbedaannya, tapi bagaimana kita menyatukan perbedaan itu sehingga menjadi kata persatuan Indonesia,” ujarnya menegaskan.
Dengan menampilkan merah putih, Denny seakan mengingatkan bahwa meskipun rakyat berbeda dalam simbol, tujuan akhir tetap sama yaitu memperjuangkan keadilan, mengawal aspirasi, dan membangun Indonesia yang lebih baik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!